Doha, MINA – Lebih dari 1.000 warga Afghanistan yang dievakuasi ke Qatar setelah Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, masih tertahan di Camp As Sayliyah, dengan prospek relokasi mereka di Amerika Serikat kian tidak pasti.
Kelompok ini mencakup warga Afghanistan yang melarikan diri dari Afghanistan pada hari-hari terakhir penarikan militer AS. Mereka termasuk warga yang pernah mendukung pasukan Amerika.
Menurut NPR, banyak dari mereka telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menunggu keputusan mengenai masa depan mereka.
Amerika Serikat kini sedang bernegosiasi dengan negara-negara lain mengenai kemungkinan opsi relokasi bagi warga Afghanistan tersebut, demikian dilaporkan NPR.
Baca Juga: Afghanistan Tolak Laporan PBB yang Tunjukkan Peningkatan Budidaya Tanaman Opium Empat Kali Lipat
Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa memindahkan mereka ke negara ketiga dapat memberikan alternatif yang aman di luar Afghanistan, sekaligus menjawab kekhawatiran keamanan Washington. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Australia Wacanakan Pemasangan Tombol Darurat di Kantor Anggota Parlemen
















Mina Indonesia
Mina Arabic