Washington, MINA – Presiden AS Donald Trump akan melanjutkan rencana perdamaian untuk Gaza meskipun ada penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut laporan Axios yang dikutip Ahad (18/1).
Mengutip seorang pejabat tinggi AS, Axios melaporkan, Washington tidak bermaksud untuk berkoordinasi dengan Netanyahu terkait pembentukan Komite Koordinasi Nasional untuk Pemerintahan Jalur Gaza.
“Ini adalah pertunjukan kami, bukan pertunjukannya (Netanyahu). Kami berhasil melakukan hal-hal di Gaza dalam beberapa bulan terakhir yang tidak pernah dibayangkan orang mungkin, dan kami akan terus bergerak,” kata pejabat tersebut.
Menurut laporan itu, pemerintahan AS tidak berkonsultasi dengan Netanyahu mengenai komposisi komite tersebut.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
“Jika dia ingin kami menangani Gaza, itu harus dengan cara kami. Kami bekerja melampauinya. Biarkan dia fokus pada Iran dan biarkan kami yang menangani Gaza. Kami tidak akan berdebat dengannya. Dia akan melakukan politiknya dan kami akan terus maju dengan rencana kami,” kata pejabat itu.
Sumber tersebut menambahkan, meskipun Netanyahu mungkin melakukan manuver politik, AS akan terus melaksanakan rencananya secara independen.
Netanyahu mengkritik pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai pembentukan Komite Eksekutif Gaza, yang merupakan bagian dari kerangka inisiatif yang disebut Dewan Perdamaian Gaza.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Netanyahu mengatakan pembentukan komite itu tidak dikoordinasikan dengan Israel dan bertentangan dengan kebijakannya. Pernyataan itu menekankan bahwa keputusan tersebut dibuat secara sepihak, tanpa konsultasi atau persetujuan dengan Israel.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Netanyahu telah memerintahkan Menteri Luar Negerinya, Gideon Sa’ar, untuk segera berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk membahas masalah tersebut.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic