GENOSIDA yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mengakibatkan puluhan ribu warga Gaza syahid dan ratusan ribu lainnya terluka. Serangan yang terus berlangsung juga menghancurkan sistem kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur sipil, hingga melumpuhkan kehidupan masyarakat Gaza secara total.
Agresi ini tidak berdiri sendiri, tetapi didukung oleh berbagai lembaga dan perusahaan yang mendanai pendudukan ilegal serta industri persenjataan Israel.
Menjelang Ramadhan, Israel secara masif mengekspor kurma, komoditas yang identik dengan hidangan berbuka puasa bagi umat Islam. Ironisnya, banyak kurma tersebut dibudidayakan di tanah Palestina yang dirampas secara ilegal. Keuntungan dari perdagangan ini berkontribusi pada perluasan pemukiman ilegal dan mendukung keberlanjutan agresi militer.
Menurut Islamic Human Rights Commission, sekitar 75% kurma Medjool yang beredar di pasar global diproduksi di Israel, dan sekitar 60% di antaranya berasal dari pemukiman ilegal. Fakta ini menghadirkan dilema etis bagi konsumen Muslim: bagaimana memastikan bahwa yang kita konsumsi bukan hanya halal secara zat, tetapi juga bersih dari keterlibatan dalam penindasan dan kezaliman.
Baca Juga: Belajar Tidak Harus Berhenti Meski Sudah Berkeluarga
Sebagai wujud tanggung jawab moral dan solidaritas terhadap rakyat Palestina, penting bagi kita untuk melanjutkan dan menguatkan aksi boikot terhadap produk-produk kurma yang berasal dari Israel.
Cara Mengenali Kurma Asal Israel
Agar tidak keliru dalam membeli kurma, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Periksa informasi pada kemasan – Pastikan membaca label yang mencantumkan negara asal produk. Kurma yang diproduksi di Israel sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Mitos Bantuan untuk Wanita Bercerai pada Era Genosida Israel di Gaza
Cek barcode – Produk dari Israel biasanya memiliki kode batang yang diawali dengan angka 729.
Kenali merek yang berafiliasi dengan Israel – Beberapa merek kurma yang diekspor dari Israel antara lain Jordan River, King Solomon, King Medjool, dan Bahri.
Waspadai label “diekspor Hadiklaim” – Hadiklaim adalah salah satu perusahaan utama yang mengekspor kurma dari Israel.
Jangan tertipu dengan kemasan yang mencantumkan teks Arab atau bendera Palestina – Beberapa produk Israel menggunakan strategi ini untuk menyamarkan asal usulnya.
Baca Juga: Benarkah Ibu Hamil Baca Surah Yusuf Bayinya Jadi Tampan?
Hindari produk tanpa informasi jelas mengenai produsen dan negara asal – Beberapa perusahaan Israel yang diketahui mengekspor kurma antara lain Mehadrin, MTex, Galilee Export, Edom, Carmel Agrexco and Arava.
Perhatikan harga – Kurma dari Israel sering kali dijual lebih murah dibanding kurma lainnya karena mendapat subsidi dari pemerintah Israel.
Sebagai konsumen yang cermat, berikut beberapa merek kurma asal Israel yang sebaiknya tidak dibeli:
Bomaja, Bonbierra, Brousse & Fils, Carmel Agrexco, Delilah, Desert Diamond, Hadiklaim, Jordan River, Jordan Valley, Jordan Plains, Anna and Sarah, Urban Platter, King Solomon, MyJool, Mehadrin, Nava Fresh, Premium Medjoul, Rapunzel, Red Sea, Royal Treasure, Fancy Medjoul, Kalahari, Tamara Barhi, Paradise Dates, Shams, Star Dates, Food to Live, dan Sincerely Nuts.
Baca Juga: Hari ASI Sedunia 2026: Fakta Penting yang Perlu Diketahui Setiap Orang Tua
Pahami kurma-kurma Israel yang ditanam dari penjajahan. Jangan biarkan meja iftar kita menjadi bagian dari rantai penindasan. Periksa asal produk yang kita beli, edukasi keluarga dan lingkungan sekitar, serta pilih alternatif kurma dari negeri-negeri yang tidak terlibat dalam penjajahan. Setiap keputusan konsumsi adalah sikap. Dan sikap kita hari ini adalah bentuk keberpihakan kita pada kemanusiaan.
Memilih kurma dari sumber yang bersih dan etis tidak hanya mendukung perjuangan Palestina, tetapi juga memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi benar-benar berkah bagi tubuh dan jiwa. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hentikan Kebiasaan Ini Agar Perkembangan Sensorik Anak Berkembang Lebih Optimal!
















Mina Indonesia
Mina Arabic