Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPB Catat Pengungsi Aceh Utara Turun Drastis

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 10 Desember 2025 - 11:04 WIB

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:04 WIB

6 Views ㅤ

Warga bergotong royong di dapur umum posko lapangan Kantor Wali Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (9/12/25). (Foto: BNPB)

Banda Aceh, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat perubahan signifikan jumlah pengungsi dalam tiga hari terakhir.

Data per Selasa (9/12) pukul 17.00 WIB menunjukkan pengungsi di Aceh Utara turun dari 299.506 menjadi 166.920 jiwa, yang turut menurunkan total pengungsi di Provinsi Aceh dari 994.801 menjadi 831.124 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, perubahan ini dipengaruhi pembaruan data lapangan.

“Secara keseluruhan, jumlah pengungsi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat turun dari 1.057.482 menjadi 894.101 jiwa. BNPB juga mengerahkan tim enumerator tambahan untuk memperkuat pendataan di wilayah dengan pengungsi terbanyak,” uacap Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Sementara itu, total korban meninggal mencapai 964 jiwa, sementara korban hilang berkurang menjadi 264 jiwa. Aceh mencatat 391 meninggal dan 31 hilang, Sumut 338 meninggal, 138 hilang, dan 45.503 mengungsi, Sumbar 235 meninggal, 95 hilang, dan 20.474 mengungsi.

Pengungsi terbanyak di Aceh berada di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Sementara itu, pendistribusian logistik terus dilakukan. Di Aceh, bantuan mencapai 31,62 ton, termasuk 20 drum BBM untuk Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sumut menerima 7,1 ton, sedangkan Sumbar 44 ton melalui darat, udara, dan laut.

Abdul Muhari menegaskan komitmen TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam memastikan bantuan menjangkau wilayah terbatas.

“Kami memprioritaskan lokasi yang aksesnya sulit agar penyintas mendapatkan kebutuhan dasar,” ujarnya. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA