Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China Perluas Latihan Militer Dekat Taiwan, 130 Jet Tempur Diterbangkan di Hari Kedua

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 30 Desember 2025 - 23:33 WIB

Selasa, 30 Desember 2025 - 23:33 WIB

11 Views ㅤ

China Perluas Latihan Militer Dekat Taiwan, 130 Jet Tempur Diterbangkan di Hari KeduaChina Perluas Latihan Militer Dekat Taiwan, 130 Jet Tempur Diterbangkan di Hari Kedua
latihan militer China dekat taiwan (Foto : X)

Taipei, MINA — Latihan militer besar-besaran yang digelar China di sekitar perairan Taiwan memasuki hari kedua dengan pengerahan ratusan aset udara dan laut, memicu kekhawatiran baru di Kawasan Asia Timur.

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Taiwan, setidaknya 130 pesawat militer, termasuk jet tempur dan bomber  serta puluhan kapal perang terlihat beroperasi di zona latihan dalam 24 jam terakhir hingga Selasa pagi waktu setempat. CNA melaporkan, Selasa (30/12).

Manuver militer berkode “Misi Keadilan 2025” ini bukan hanya mengerahkan pesawat, tetapi juga melibatkan kapal-kapal militer dan latihan tembak langsung di perairan sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

Taipei menyatakan aktivitas tersebut sebagai bentuk “intimidasi militer” dari Beijing yang semakin dekat dengan garis pertahanan Taiwan.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Pihak berwenang Taiwan menegaskan manuver ini mencakup sejumlah area yang ditetapkan sebagai zona bahaya, yang berdampak pada jalur pelayaran dan rute penerbangan di sekitarnya.

Beberapa pesawat China bahkan dilaporkan melintasi garis median Selat Taiwan, batas yang secara tradisional dianggap sebagai garis tidak resmi antara kedua pihak.

Beijing sendiri menyatakan latihan tersebut sebagai upaya menolak apa yang disebutnya “intervensi eksternal” dan menjatuhkan sanksi terhadap pihak asing yang mendukung Taiwan, termasuk Amerika Serikat, setelah persetujuan penjualan senjata besar-besaran ke Taipei.

Menurut pernyataan dari juru bicara militer China, latihan itu merupakan “peringatan tegas” terhadap upaya separatisme dan dukungan luar negeri terhadap Taiwan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pemerintah Taiwan mengecam tindakan militer Beijing dan menilai eskalasi ini sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional. Presiden Taiwan menyatakan bahwa negaranya akan bertindak dengan tanggung jawab untuk menghindari peningkatan ketegangan yang tidak diinginkan sambil tetap meningkatkan kesiapsiagaan angkatan bersenjata mereka. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda