Negombo, Sri Lanka, MINA – Ketika para pelayat menguburkan jenazah-jenazah jemaah Kristen yang terbunuh oleh serangan bom bunuh hari Ahad Paskah di Sri Lanka, warga Muslim pergi meninggalkan kota karena ketakutan mendapat serangan balasan.
Ratusan Muslim pergi keluar dari kota Negombo di pantai barat negara itu, tempat ketegangan komunal telah berkobar dalam beberapa hari terakhir, demikian Gulf News melaporkan.
Setidaknya 359 orang tewas dalam serangkaian ledakan terkoordinasi yang menargetkan sejumlah gereja dan hotel.
Para pemimpin Gereja percaya jumlah korban terakhir dari serangan terhadap Gereja St Sebastian di Negombo bisa mendekati 200 jiwa, membuat Negombo menjadi target paling mematikan dari enam serangan yang hampir bersamaan di beberapa kota, termasuk ibu kota negara, Kolombo.
Baca Juga: Bangladesh Hadapi Wabah Campak Terburuk, 1.147 Meninggal dan Mayoritas Balita
Pada Rabu (24/4), ratusan Muslim Pakistan meninggalkan kota pelabuhan multietnis tersebut.
Mereka memadati bus-bus yang diorganisir oleh para pemimpin masyarakat dan polisi. Mereka pergi karena khawatir akan keselamatan mereka setelah ancaman balas dendam dari penduduk setempat.
“Karena ledakan bom dan ledakan yang terjadi di sini, orang-orang Sri Lanka setempat telah menyerang rumah-rumah kami,” kata Adnan Ali, seorang Muslim Pakistan. “Saat ini kita tidak tahu ke mana kita akan pergi.”
Farah Jameel, seorang Ahmadi Pakistan, mengatakan bahwa dia telah diusir dari rumah sewanya oleh pemiliknya.
Baca Juga: Badan PBB Sebut Kabut Asap Karhutla Indonesia Terburuk di Asia Tenggara
“Saya tidak punya apa-apa sekarang,” katanya. (T/RI-1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Lebih dari 10 Negara Walk Out saat Presiden Israel Pidato di KTT CICA
















Mina Indonesia
Mina Arabic