Palu, MINA – Pemerintah Kota Palu menutup sementara akses Jembatan Palu III setelah ditemukan indikasi kerusakan pada struktur jembatan pascagempa berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6).
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan pengguna jalan sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis dari instansi terkait.
Keputusan tersebut diambil setelah tim gabungan melakukan inspeksi awal dan menemukan sejumlah retakan pada bagian konstruksi jembatan.
Aparat kemudian memasang pembatas dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan masyarakat. Hingga pemeriksaan selesai dilakukan, kendaraan tidak diperkenankan melintasi jembatan tersebut.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pemerintah daerah bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan instansi teknis lainnya kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan.
Pemeriksaan mencakup struktur utama, sambungan jembatan, serta komponen penyangga untuk memastikan apakah kerusakan yang terjadi memengaruhi kekuatan dan kelayakan operasional jembatan.
Gempa yang mengguncang kawasan Palu sebelumnya dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat memengaruhi kondisi bangunan dan infrastruktur.
Masyarakat juga diimbau tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Jembatan Palu III merupakan salah satu infrastruktur vital yang menghubungkan berbagai kawasan di Kota Palu. Gangguan pada jembatan tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas warga dan distribusi barang.
Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat proses pemeriksaan agar dapat segera menentukan langkah perbaikan maupun pembukaan kembali akses jika dinyatakan aman.
Peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan terhadap infrastruktur strategis di wilayah rawan gempa. Kota Palu berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas tektonik aktif, termasuk Sesar Palu-Koro yang pernah memicu gempa besar pada 2018.
Para ahli kebencanaan menilai evaluasi berkala terhadap jembatan, jalan, dan fasilitas publik menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko bencana di daerah tersebut. []
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic