Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen Baru Ungkap Epstein Donasi ke Tentara Israel dan Danai Permukiman

Hasanatun Aliyah Editor : Arif R - Senin, 9 Februari 2026 - 10:56 WIB

Senin, 9 Februari 2026 - 10:56 WIB

19 Views

Ilustrasi: Kasus Jeffrey Epstein (Foto oleh Stephanie Keith/Getty Images)

Washington, MINA – Dokumen yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman AS mengungkap, miliarder Jeffrey Epstein memberikan donasi kepada tentara pendudukan Israel dan membantu mendanai aktivitas permukiman di wilayah pendudukan.

Lebih banyak informasi terus muncul tentang Epstein, yang meninggal di penjara pada 2019 saat menunggu pengadilan atas tuduhan menjalankan jaringan perdagangan seks yang melibatkan anak di bawah umur.

Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Senin (9/2), tinjauan terhadap dokumen pajak yang dia laporkan pada 2005 menunjukkan bahwa Epstein memberikan dukungan keuangan kepada tentara Israel dan para pemukim yang merebut tanah Palestina.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa pada 3 Maret 2005, Epstein menyumbang $25.000 kepada “Friends of the Israeli Defence Forces.” Dia juga memberikan $15.000 kepada “Jewish National Fund,” yang mendanai pemukim di Tepi Barat, serta $5.000 kepada National Council of Jewish Women.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Korespondensi email yang dikirim Epstein pada 20 Mei 2012 kepada seseorang yang tidak disebutkan namanya mengungkap bahwa dia mengklaim Palestina tidak pernah ada secara historis.

Dalam pesan tersebut, Epstein menulis Palestina tidak pernah menjadi negara eksklusif Arab, meskipun bahasa Arab secara bertahap menjadi bahasa mayoritas populasi setelah invasi Muslim pada abad ketujuh. Tidak pernah ada negara Arab atau Palestina independen yang berdiri di Palestina.

Dokumen baru itu juga mengungkap detail tentang pemakaman Epstein, berdasarkan kesaksian seorang individu yang tidak disebutkan namanya dalam dokumen FBI tertanggal 12 Agustus 2012.

Orang tersebut mengatakan bahwa para jurnalis diarahkan selama pemakaman untuk mengikuti kendaraan yang berisi kotak kosong, sementara jenazah Epstein kemudian diangkut dalam kendaraan berbeda setelah mobil pertama berangkat.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Pada 31 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan pembebasan lebih dari tiga juta file baru kepada publik sebagai bagian dari penyelidikan terkait Epstein.

Jeffrey Epstein, seorang pengusaha Amerika dituduh mengoperasikan jaringan besar eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun.

Dia ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat dalam tahanan. Berkas kasus mencantumkan nama banyak tokoh internasional terkemuka, seperti Pangeran Andrew dari Inggris, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson dan mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia