Jakarta, MINA – Founder Komunitas Iklim Sungai Cikeas (Kisuci), Dr. Hayu Prabowo, menegaskan pentingnya kemandirian masyarakat dan negara dalam tiga sektor utama, yaitu air, energi, dan pangan.
Saat berkunjung ke kantor MINA di Jakarta, Kamis (11/6), Hayu menjelaskan bahwa ketiga sektor tersebut merupakan fondasi kehidupan bangsa. Menurutnya, sebuah negara akan sulit disebut merdeka apabila kebutuhan air, energi, atau pangannya bergantung pada pihak lain.
“Jika salah satu dari tiga kebutuhan dasar itu harus diperoleh melalui impor atau dikuasai pihak lain, maka bangsa tersebut akan mudah dipengaruhi dan dikendalikan oleh kekuatan luar,” ujarnya.
Hayu menilai upaya menjaga kedaulatan bangsa tidak hanya dilakukan melalui aspek politik dan pertahanan, tetapi juga melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari menjaga masa depan generasi mendatang.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Ia juga mengimbau umat Islam agar berperan aktif dalam menjaga alam, melestarikan sumber daya yang ada, serta memanfaatkannya secara bijaksana. Menurutnya, lingkungan yang terawat akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan manusia dan keberlangsungan ekosistem.
Selain menyoroti isu lingkungan, Hayu mengingatkan pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Ia menyebut bahwa berbagai penyakit dan bencana sosial sering kali berakar dari dua hal utama, yakni perut dan syahwat yang tidak terkendali.
“Keserakahan dalam urusan perut dan berlebihan dalam mengikuti syahwat atau gaya hidup dapat menjadi sumber kerusakan di tengah masyarakat. Karena itu, umat Islam perlu menjaga keduanya agar tidak terjerumus pada perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” katanya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic