Gaza, MINA – Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, Senin (12/5) membebaskan, Edan Alexander, seorang sandera berkewarganegaraan Amerika-Israel yang ditugaskan menjadi tentara dalam genosida di jalur Gaza.
Setelah dibebaskan Edan Alexander menolak untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Di sisi lain, media Israel mempublikasikan foto tawanan tersebut yang memegang kertas bertuliskan “Terima kasih Presiden Trump” dari helikopter Israel.
Sebelumnya, “tentara” penjajah mengumumkan bahwa mereka telah menerima tawanan Amerika-Israel tersebut dari Palang Merah Internasional.
Baca Juga: Bendera Palestina Berkibar di Flag Path di Florida, Uruguay
Media Almayadeen melaporkan, Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pembebasan itu dilakukan setelah adanya kontak dengan pemerintah AS.
Pejuang Hamas menekankan bahwa pembebasan ini juga dilakukan dalam kerangka kerja mediator untuk menghentikan gencatan senjata, membuka perlintasan, serta membawa bantuan dan pertolongan ke Jalur Gaza. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Kecam Keras Penodaan Masjid Al-Aqsa oleh Ekstremis Zionis
















Mina Indonesia
Mina Arabic