Gaza, MINA – Gerakan Hamas mengecam tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Senin (31/8) serta melakukan ritual Talmud di pelataran timur yang berhadapan dengan Kubah Batu (Dome of the Rock).
Hamas menyebut langkah tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang menyasar identitas Masjid dan berupaya memaksakan realitas baru di situs suci tersebut. Palinfo melaporkan.
Laporan setempat menyebutkan Ben-Gvir memasuki Al-Aqsa di bawah pengawalan ketat keamanan Israel, sementara 178 pemukim Yahudi menyerbu pelataran masjid tersebut pada pagi harinya.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyatakan serbuan berulang Ben-Gvir ke Masjid Al-Aqsa dan pelaksanaan ritual Talmud di dekat Kubah Batu merupakan eskalasi berbahaya dalam kebijakan pemerintah Israel yang bertujuan menodai dan melakukan Yudaisasi terhadap masjid tersebut.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Hamas menyerukan kepada warga Palestina di Yerusalem yang diduduki, wilayah Palestina di dalam Israel, dan Tepi Barat untuk meningkatkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa, mendukung keteguhan warga Yerusalem serta mereka yang terus-menerus hadir di masjid tersebut, dan melawan rencana yang bertujuan memaksakan pembagian waktu dan ruang serta Yudaisasi Al-Aqsa.
Hamas juga menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim serta komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab dan mengambil tindakan mendesak guna menghentikan pelanggaran Israel yang terus berlangsung terhadap Masjid Al-Aqsa serta meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel.
Serbuan terbaru Ben-Gvir terjadi di tengah peningkatan tajam aksi serbuan dan pelaksanaan ritual keagamaan Yahudi di dalam Masjid Al-Aqsa sepanjang tahun 2026.
Laporan terkini menunjukkan praktik semacam itu telah meluas melampaui sekadar serbuan pemukim, hingga mencakup partisipasi langsung dan berulang dari para menteri dan pejabat Israel, di tengah upaya untuk memaksakan realitas baru di dalam masjid tersebut.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Menurut sumber-sumber yang berbasis di Yerusalem, Ben-Gvir telah melakukan serbuan ke Masjid Al-Aqsa sebanyak 19 kali sejak menjabat. Dalam beberapa bulan terakhir, pelataran masjid tersebut menjadi lokasi dilakukannya doa Yahudi dan ritual Talmud, serta pengibaran bendera Israel; hal ini memicu peringatan dari pihak Palestina mengenai upaya mengubah status quo yang telah lama berlaku di situs suci tersebut.
Perkembangan ini memiliki arti penting menjelang pemilihan umum Knesset yang dijadwalkan pada akhir Oktober 2026. Analisis politik menunjukkan Masjid Al-Aqsa semakin sering dijadikan isu oleh kelompok sayap kanan dan gerakan Zionis Religius Israel dalam persaingan pemilu, di tengah meningkatnya seruan di kalangan gerakan-gerakan tersebut untuk mengubah status quo dan memperketat kendali Israel atas masjid itu. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic