Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Ke-11 Operasional Haji: 62 Ribu Jamaah Diberangkatkan, Kemenhaj Ingatkan Waspada Haji Ilegal dan Cuaca Panas

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 1 Mei 2026 - 23:34 WIB

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:34 WIB

19 Views ㅤ

(Kemenhaj RI)

Jakarta, MINA – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-11 operasional. Proses pemberangkatan jamaah dari Indonesia, kedatangan di Madinah, hingga pergerakan menuju Makkah berjalan lancar dan terkendali.

Hingga Kamis (30/4), sebanyak 159 kelompok terbang (kloter) dengan total 62.193 jamaah dan 689 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sementara itu, jamaah yang sudah tiba di Madinah mencapai 57.955 orang yang tergabung dalam 149 kloter. Adapun jamaah yang mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah tercatat sebanyak 4.871 jamaah dari 12 kloter.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan seluruh layanan operasional haji hingga kini berjalan baik dengan pengawasan penuh dari petugas di lapangan.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

“Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jamaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria, Jumat (1/5).

Di Makkah, sebanyak 1.551 jamaah dari empat kloter telah tiba untuk menjalani umrah wajib dan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Perlindungan Jamaah

Dari sisi kesehatan, tercatat sebanyak 4.246 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 70 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 101 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan 42 orang masih menjalani perawatan di RSAS.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Sementara jumlah jamaah wafat hingga 30 April 2026 tercatat sebanyak 5 orang.

Kemenhaj juga kembali mengingatkan seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), agar mematuhi aturan penyelenggaraan ibadah haji.

Maria menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas non-prosedural yang dapat membahayakan keselamatan jamaah.

“Keselamatan dan perlindungan jamaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia menambahkan, pemerintah dapat memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional apabila ditemukan pelanggaran serius oleh KBIHU.

Kemenhaj juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai praktik haji ilegal maupun tawaran keberangkatan non-resmi.

“Saat ini Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus melakukan pengawasan bersama lintas instansi untuk mencegah penyalahgunaan visa dan praktik penipuan yang merugikan masyarakat,” kata Maria.

Seiring dimulainya pergerakan jamaah ke Makkah, Kemenhaj mengimbau jamaah untuk tidak membawa barang berlebihan karena dapat menghambat mobilitas dan distribusi bagasi.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Selain itu, jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram diminta berangkat lebih awal menggunakan Bus Shalawat guna menghindari kepadatan.

“Kami mengimbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan menuju Masjidil Haram lebih aman dan nyaman,” ujar Maria.

Kemenhaj juga mengingatkan jamaah agar mewaspadai suhu panas di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.

Jamaah diimbau menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jamaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutup Maria.

Pemerintah memastikan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan perlindungan jemaah terus berjalan optimal dengan perhatian khusus bagi jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia