Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS-Israel kembali Menyerang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 20 Mei 2026 - 21:44 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:44 WIB

57 Views ㅤ

Bendera Iran. (Gambar: Unsplash)

Teheran, MINA – Militer Iran memperingatkan akan membuka front-front baru jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan agresi terhadap Republik Islam tersebut.

Ancaman itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan pasca-konflik bersenjata antara Iran dengan AS dan Israel beberapa bulan terakhir. Farsnews melaporkan, Rabu (20/5).

Juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan Teheran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kesiapan tempur dan menyusun strategi baru menghadapi kemungkinan serangan lanjutan. Ia menegaskan Iran tidak dapat dikepung maupun dikalahkan oleh tekanan militer asing.

Menurut Akraminia, jika pihak lawan kembali melakukan tindakan militer terhadap Iran, maka negaranya akan menggunakan metode dan pola perlawanan berbeda. Iran juga menegaskan memiliki kendali strategis atas Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak pecahnya perang antara Iran dengan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Konflik tersebut memicu serangan balasan Iran terhadap sejumlah target Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, sekaligus menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas energi global.

Meski gencatan senjata sempat dimediasi sejumlah negara kawasan, situasi hingga kini masih dinilai rapuh. Pemerintah Iran beberapa kali menuding AS dan Israel terus melakukan tekanan politik dan militer terhadap Teheran, termasuk melalui blokade maritim dan ancaman terhadap program pertahanan Iran.

Pernyataan terbaru militer Iran tersebut kembali memunculkan kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Rekomendasi untuk Anda