Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Protes ke Prancis karena Dubesnya Campuri Urusan Domestik

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 27 Juli 2026 - 20:50 WIB

Senin, 27 Juli 2026 - 20:50 WIB

17 Views ㅤ

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei. (Foto: Tasnim)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran memanggil Duta Besar Prancis di Teheran Pierre Cochard untuk menyampaikan protes resmi atas tindakan dua diplomat Prancis yang dituduh melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri Republik Islam Iran dengan menjalin komunikasi dengan pihak sipil di Iran.

Langkah tersebut menandai kembali meningkatnya ketegangan diplomatik antara Teheran dan Paris di tengah hubungan kedua negara yang kian memburuk. Media Frnce24 melaporkan, Senin (27/7).

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pemanggilan duta besar dilakukan setelah aparat keamanan menahan dua diplomat Prancis pada awal bulan ini.

Menurut otoritas Iran, keduanya diduga melakukan aktivitas yang melampaui tugas diplomatik dan mengarah pada upaya mencampuri persoalan domestik negara tersebut.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap diplomat asing wajib mematuhi Konvensi Wina serta menghormati kedaulatan dan hukum yang berlaku di negara penerima.

Hingga kini, pemerintah Prancis belum memberikan tanggapan rinci terkait tuduhan tersebut. Namun, hubungan Teheran dan Paris dalam beberapa waktu terakhir memang diwarnai perbedaan pandangan mengenai berbagai isu, mulai dari situasi politik di Iran, hak asasi manusia, hingga perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Insiden terbaru ini menambah daftar gesekan diplomatik Iran dengan negara-negara Barat.

Beberapa pekan sebelumnya, Teheran juga memanggil Duta Besar Inggris sebagai bentuk protes atas keputusan London yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Iran menilai langkah tersebut sebagai tindakan bermusuhan yang bertentangan dengan prinsip hubungan antarnegara.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Meningkatnya friksi antara Iran dan negara-negara Eropa berpotensi mempersulit berbagai upaya diplomasi yang tengah berlangsung, termasuk pembahasan implementasi kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat.

Prancis selama ini termasuk salah satu negara Eropa yang aktif terlibat dalam berbagai forum dialog terkait program nuklir Iran dan isu keamanan regional.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Iran dengan negara-negara Barat masih menghadapi tantangan besar meskipun sejumlah jalur komunikasi diplomatik tetap dibuka. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Dunia Islam