Teheran, MINA – Iran membantah tuduhan terlibat dalam serangan terhadap kapal tanker gas alam cair (LNG) milik Amerika Serikat di perairan Mesir.
Sebaliknya, Teheran menuding Israel berada di balik insiden tersebut melalui operasi false flag yang bertujuan memicu eskalasi konflik dan menyeret Iran ke dalam konfrontasi yang lebih luas.
Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran setelah sejumlah pihak menuding Teheran bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal pengangkut energi tersebut. Farsnews melaporkan, Jumat (31/7).
Menurut pemerintah Iran, tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bagian dari upaya mengalihkan perhatian dunia dari tindakan militer Israel yang terus memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Iran menegaskan tidak memiliki kepentingan menyerang jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi distribusi energi global. Teheran justru menilai pihak-pihak tertentu berupaya menciptakan dalih untuk memperluas operasi militer terhadap Iran di tengah meningkatnya konflik yang juga melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Tuduhan mengenai operasi false flag merujuk pada tindakan yang dilakukan suatu pihak dengan sengaja untuk menyalahkan pihak lain demi memperoleh pembenaran politik maupun militer.
Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan ancaman terhadap keamanan maritim, terutama di jalur-jalur strategis yang menjadi lintasan utama perdagangan minyak dan gas dunia.
Insiden terhadap kapal tanker di dekat Mesir juga menambah kekhawatiran pasar energi internasional. Ketegangan yang terus meningkat di kawasan telah mendorong biaya pengiriman dan premi asuransi kapal naik tajam, sementara sejumlah perusahaan pelayaran memperketat pengamanan terhadap armada mereka karena risiko serangan di jalur laut strategis Timur Tengah.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Hingga kini belum ada hasil investigasi independen yang memastikan pelaku serangan terhadap kapal tersebut. Namun, saling tuding antara Iran dan Israel diperkirakan akan semakin memperkeruh situasi keamanan regional yang sudah memanas akibat konflik berkepanjangan dan keterlibatan berbagai kekuatan internasional di Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic