Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Islam di Rusia, Perjuangkan Identitas di Tengah Arus Modernisasi

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:10 WIB

23 Views ㅤ

Salah satu masjid di wilayah Samara, Rusia. (Videohave)

Moskow, MINA – Di wilayah Samara, Rusia, sekitar 5.000 orang Bashkir, salah satu masyarakat adat di kawasan tersebut, bekerja keras untuk melestarikan bahasa, tradisi, dan identitas budaya mereka.

Di tengah dominasi bahasa Rusia di daerah perkotaan, mereka justru menunjukkan minat yang semakin besar terhadap Islam dan upaya menghidupkan kembali warisan leluhur.

Menurut laporan Argumenty i Fakty yang dikutip oleh IslamNews, Jumat (7/8), sebagian besar komunitas Bashkir di wilayah Samara terkonsentrasi di Distrik Bolsheglushitsky dan Bolshechernigovsky.

Gulsina Akirova, ketua organisasi publik Kurultai dari Bashkir Wilayah Samara, menjelaskan bahwa pola kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh lokasi tempat tinggal.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

“Di desa-desa, orang Bashkir umumnya tetap berbicara bahasa ibu mereka dan mempertahankan cara hidup tradisional. Sementara mereka yang tinggal di kota cenderung menggunakan bahasa Rusia karena interaksi rutin dengan orang-orang dari latar belakang etnis lain,” ujarnya.

Akirova menambahkan bahwa di daerah pemukiman yang padat, masih terdapat desa-desa nasional murni yang dihuni oleh orang Bashkir, dengan sedikit campuran dari kebangsaan lain.

Pelestarian Bahasa di Tengah Tantangan

Meskipun bahasa dan tradisi Bashkir sebagian besar tetap utuh di komunitas-komunitas tersebut, Akirova mengakui bahwa keterampilan bahasa secara bertahap menurun, terutama di kalangan generasi muda yang tinggal di perkotaan.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Namun, ada kabar baik: minat yang semakin besar di kalangan anak muda untuk menghidupkan kembali bahasa dan budaya Bashkir.

Beberapa inisiatif telah dilakukan, seperti: kelompok belajar bahasa Bashkir sedang dibentuk di Samara dan kota-kota lain, speaker interaktif bernama “Khomai” dikembangkan untuk membantu orang belajar bahasa Bashkir dengan cara yang menyenangkan dan modern.

Termasuk, kelompok belajar anak-anak juga diorganisir di Samara dan daerah sekitarnya, dengan orang tua yang semakin menunjukkan minat untuk belajar bersama anak-anak mereka.

“Kami melihat kebangkitan kesadaran akan pentingnya bahasa ibu. Orang tua kini ingin anak-anak mereka mengenal akar budaya mereka,” kata Akirova.

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Kebangkitan Islam di Desa-desa Bashkir

Salah satu perkembangan paling menarik adalah kebangkitan minat terhadap Islam di kalangan masyarakat Bashkir. Akirova mencatat bahwa praktik keagamaan semakin terlihat di desa-desa mereka.

“Setiap desa Bashkir kini memiliki masjid kecil atau mushalla,” ungkapnya.

Fasilitas-fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat sosial dan budaya bagi komunitas lokal, mirip dengan peran yang dulu dimainkan oleh pusat komunitas tradisional. Di masjid-masjid kecil ini, masyarakat berkumpul tidak hanya untuk salat, tetapi juga untuk belajar, berdiskusi, dan mempererat tali silaturahmi.

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

Identitas yang Terjaga

Kisah suku Bashkir di Samara adalah cerminan dari perjuangan banyak masyarakat adat di seluruh dunia. Bagaimana mempertahankan identitas di tengah arus modernisasi dan dominasi budaya mayoritas.

Namun, berbeda dengan banyak komunitas adat lainnya yang kehilangan bahasa dan budayanya, suku Bashkir menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga bangkit Kembali, dengan masjid-masjid baru, kelas-kelas bahasa, dan semangat generasi muda yang ingin mengenal akar leluhurnya.

Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar Rusia, suku Bashkir di Samara mengingatkan kita bahwa identitas budaya dan agama adalah akar yang tak boleh terputus. Masjid-masjid kecil yang bermunculan di desa-desa Bashkir adalah bukti bahwa Islam tetap hidup dan berkembang. Bahkan di negeri yang pernah berada di bawah kekuasaan Rusia yang sekuler.

Baca Juga: Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah Dimulai Akhir 2026

Dengan teknologi modern seperti speaker pintar “Khomai”, generasi muda Bashkir kini memiliki alat untuk menjembatani masa lalu dan masa depan, menjaga bahasa, iman, dan tradisi tetap hidup untuk generasi yang akan datang. []

Sumber: Muslim Network TV

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Menteri Mansour: Pertumpahan Darah yang Tidak Beralasan Dilarang, Baik Afghanistan Maupun Pakistan

Rekomendasi untuk Anda