Gaza, MINA – Lembaga pemantau hak asasi manusia Euro-Med Human Rights Monitor mengungkapkan, penjajah Israel berusaha menghapus bukti-bukti genosida dengan mengangkut puing-puing dan jasad korban genosida dari Jalur Gaza dengan sekitar 100 truk setiap hari.
“Semua ini terjadi tanpa ada catatan resmi mengenai jumlah yang diangkut atau pengawasan independen, dan sebelum komite investigasi internasional maupun lokal memiliki kesempatan untuk meninjau, memeriksa, dan mendokumentasikan lokasi-lokasi tersebut,” kata Euro-Med dalam pernyataan persnya pada Senin (3/8).
Euro-Med menjelaskan, operasi ini bukan bagian dari upaya kemanusiaan terorganisir untuk menyelamatkan orang hilang, membuka jalan, atau mempersiapkan rekonstruksi.
Sebaliknya, Israel bertindak secara sepihak di bawah kendali militernya dengan merobohkan bangunan yang tersisa, lalu menghancurkan, mencampur, dan mengangkut puing-puing sebelum tim forensik mendokumentasikannya.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Penilaian cepat kerusakan dan kebutuhan Gaza yang dirilis bersama oleh Bank Dunia, PBB dan Uni Eropa pada April 2026 memperkirakan sekitar 68 juta ton puing tersebar di seluruh Jalur Gaza.
Namun, laporan mereka mencatat bahwa angka ini mungkin tidak mencerminkan kerusakan dari pembongkaran berikutnya dan kehancuran yang masih berlangsung, menurut kelompok hak asasi tersebut.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
















Mina Indonesia
Mina Arabic