Damaskus, MINA – Pasukan penjajahan Zionis Israel kembali menerobos wilayah selatan Suriah, Ahad (23/8), dengan memasuki kawasan Lembah Yarmouk di pedesaan barat Daraa dan mendirikan pos pemeriksaan militer sementara di dua lokasi di Provinsi Quneitra.
Sumber-sumber lokal melaporkan, pasukan Zionis Israel yang terdiri atas tujuh kendaraan militer memasuki kawasan Lembah Yarmouk. Empat kendaraan ditempatkan di jalan Saisoun-Jamlah, sementara tiga kendaraan lainnya memasuki Desa Jamlah dalam waktu singkat.
Pasukan tersebut kemudian ditarik melalui Wadi al-Raqqad dengan dikawal pasukan infanteri.
Melansir Palinfo, pergerakan itu menjadi bagian dari serangkaian terobosan militer Zionis Israel di Daraa dan Quneitra yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Di Quneitra, pasukan Zionis Israel pada Sabtu (22/8) malam mendirikan pos pemeriksaan sementara yang terdiri atas tiga kendaraan militer di jalan Ain al-Abd-Al-Asbah, sebelah selatan provinsi tersebut.
Pusat Sijill yang memantau dan mendokumentasikan serangan Zionis Israel di Suriah juga melaporkan pendirian pos pemeriksaan sementara di jalan Jabata al-Khashab-Ofania pada Sabtu malam.
Pasukan Zionis Israel dilaporkan menghentikan warga yang melintas dan melakukan pemeriksaan.
Penerobosan Zionis Israel di Daraa dan Quneitra berlangsung di tengah peningkatan aktivitas militer di wilayah perbatasan selatan Suriah, termasuk penggerebekan, pemeriksaan, penangkapan, pendirian pos pemeriksaan, serta penembakan di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Laporan sebelumnya menunjukkan kawasan Lembah Yarmouk di pedesaan barat Daraa menjadi salah satu titik yang paling sering dimasuki pasukan Zionis Israel.
Pada Juli lalu, pasukan Zionis Israel juga dilaporkan memasuki Wadi al-Raqqad dan mendirikan pos pemeriksaan sebelum akhirnya ditarik.
Pada awal Agustus, pasukan Zionis Israel juga mendirikan pos pemeriksaan sementara di pedesaan Quneitra dan melakukan pemeriksaan terhadap warga serta kendaraan yang melintas.
Situasi tersebut terjadi ketika ketegangan antara Suriah dan Zionis Israel kembali meningkat.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Pada Sabtu (22/8), Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan terhadap sebuah kendaraan sipil di jalan Mazraat Beit Jann menuju Desa Beit Jann, pedesaan barat Damaskus.
Damaskus menyatakan Zionis Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari serangan berulang yang dinilai semakin meningkatkan ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan.
Serangan udara Zionis Israel terhadap kendaraan sipil di sekitar Beit Jinn pada 22 Agustus juga menyebabkan sedikitnya satu warga sipil terluka.
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan pada Ahad bahwa Damaskus mengharapkan perundingan keamanan dengan Zionis Israel dapat kembali berlangsung, meskipun hubungan kedua pihak masih diwarnai ketidakpercayaan dan eskalasi militer.
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
Suriah menuntut penarikan pasukan Zionis Israel dari wilayahnya sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic