Jambi, MINA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Provinsi Jambi. Hingga Selasa (25/8), Jambi masih masuk enam besar daerah dengan jumlah titik panas tertinggi secara nasional, sehingga upaya pencegahan dan penanganan terus diperkuat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, kondisi Jambi perlu mendapat perhatian khusus karena sebagian wilayahnya memiliki kawasan gambut yang cukup dalam. Karakteristik tersebut berpotensi membuat kebakaran sulit ditangani dan dapat terus terjadi di bawah permukaan tanah.
Untuk menekan risiko meluasnya kebakaran, pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jambi pada 27 hingga 30 Agustus 2026.
Pesawat pendukung operasi telah disiapkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di sejumlah wilayah rawan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Berdasarkan laporan kondisi lapangan, luas lahan terbakar di Jambi telah mencapai lebih dari 916 hektare. Titik panas masih ditemukan antara lain di Lubuk Kepayang, Kabupaten Sarolangun, Pandan Timur, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi juga mencatat Kabupaten Sarolangun sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak di Provinsi Jambi berdasarkan pemantauan 24 Agustus 2026. Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap munculnya titik api baru terus ditingkatkan.
Karhutla di sejumlah wilayah Jambi turut berdampak terhadap kualitas udara. Pemerintah Kota Jambi memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Upaya pencegahan menjadi penting mengingat puncak musim kemarau masih berlangsung dan risiko karhutla masih mengancam sejumlah wilayah di Jambi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang
















Mina Indonesia
Mina Arabic