Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jihad Islam Nyatakan Siap Kerja Sama dengan Komite Administrasi Gaza

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 20 Januari 2026 - 21:40 WIB

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:40 WIB

12 Views ㅤ

Ilustrasi: Salah satu sudut Jalur Gaza, Palestina (Foto : x)

Gaza, MINA – Jihad Islam Palestina (PIJ) siap bekerja sama dengan komite administrasi Gaza, meskipun memiliki keberatan terhadap dewan perdamaian yang baru dibentuk, kata Juru Bicara Mohammed al-Hajj Musa, Ahad (18/1).

Berbicara kepada Al-Araby al-Jadeed, Musa mengatakan kelompoknya sangat ingin bekerja sama dengan Ali Shaath, Kepala Komite Administrasi, untuk meringankan penderitaan warga sipil di Gaza.

Ia mengatakan keberatan utama tentang “Dewan Perdamaian” Presiden AS Donald Trump adalah bahwa pembentukan dan keanggotaannya melayani kepentingan Israel.

Awal pekan ini, Gedung Putih mengatakan dewan tersebut akan mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, utusan khusus Presiden AS Donald Trump Steve Witkoff, presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan menantu Presiden, Jared Kushner.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Trump akan menjabat sebagai ketua, dengan lebih banyak penunjukan akan menyusul.

Musa juga mencatat bahwa salah satu kekhawatiran utama PIJ adalah penghambatan bantuan ke Gaza oleh Israel.

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada Al-Araby Al-Jadeed, ia membantah tuduhan bahwa PIJ menolak menyerahkan jenazah terakhir tawanan Israel di Gaza, menambahkan sejak gencatan senjata disepakati, mereka telah mengerahkan semua sumber daya untuk mengambil jenazah.

Sebelumnya, Hamas juga telah mengatakan bermaksud untuk menyerahkan tanggung jawab atas wilayah tersebut kepada Komite Administrasi Gaza.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Kelompok tersebut mengkonfirmasi telah mengirim pesan kepada para mediator, menuntut agar fase pertama gencatan senjata sepenuhnya dilaksanakan sebelum isu perlucutan senjata dimulai pada fase kedua.

Sebuah sumber terkemuka di Hamas mengatakan kelompok tersebut telah mendesak dalam pertemuan yang diadakan di Kairo pekan lalu agar Israel memenuhi ketentuan fase pertama kesepakatan tersebut, dengan mencatat penyeberangan Rafah belum dibuka, rumah-rumah prefabrikasi belum diizinkan masuk, dan peralatan untuk membersihkan puing-puing juga belum diizinkan.

Kelompok tersebut juga mencatat ratusan warga Palestina telah syahid sejak gencatan senjata diberlakukan.

Seorang pemimpin Hamas yang mengetahui pembicaraan di Kairo juga mengatakan kelompok tersebut menegaskan kembali komitmen penuhnya untuk menyerahkan administrasi perjalanan kepada komite yang baru dibentuk, yang mengadakan pertemuan pertamanya pada Kamis (15/1) di kedutaan besar AS di Kairo.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Pemimpin senior Hamas lainnya mengkonfirmasi kelompok tersebut telah mencapai kesepakatan dengan para mediator Mesir mengenai rincian penyerahan administrasi. []

Mi’raj News Agency (MINA) 

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda