Kapten Islam: Front Nusra “Tidak Cukup” Alasan untuk Dekati Rakyat Suriah

Aleppo, 26 Syawwal 1437/31 Juli 2016 (MINA) – Islam Aloush, seorang kapten dari kelompok oposisi bersenjata Suriah, Tentara Al-Islam, mengatakan, Sabtu (30/7), keputusan Front Nusra (Jabhat Al-Nusra) memisahkan diri dari Al-Qaeda “tidak cukup” alasan untuk lebih dekat dengan rakyat Suriah.

“Revolusi nasional kami adalah untuk membebaskan orang-orang yang tertindas oleh rezim sektarian kriminal di Suriah. Oleh karena itu, hubungan kelompok dengan organisasi global akan menghambat pencapaian tujuan revolusi rakyat Suriah,” kata Aloush, ARA News memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Menurutnya, hubungan kelompok bersenjata yang berperang di Suriah dengan jaringan global seperti Al-Qaeda, akan membuat rakyat Suriah bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan organisasi-organisasi global.

“Namun, langkah dari Jabhat Al-Nusra tidak cukup untuk lebih dekat dengan rakyat Suriah,” katanya dalam sebuah pernyataan publik.

Aloush menekankan perlunya untuk menyatukan semua faksi oposisi Suriah.

“Saya tidak berpikir bahwa pelepasan Jabhat Al-Nusra dari Al-Qaeda akan memiliki efek pada ideologi militer pejuang dari Fath Al-Sham (nama baru untuk Front Nusra). Kami akan menunggu dan melihat perilaku formasi baru dengan nama baru dalam rangka untuk penilaian yang adil,” kata Aloush.

Pemimpin Front Nusra Abu Muhammad Al-Joulani pada Kamis (28/7) mengumumkan bahwa mereka memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda.

“Kami menyatakan pembatalan lengkap semua operasi di bawah nama Jabhat Al-Nusra (Al-Qaeda cabang Suriah) dan pembentukan kelompok baru yang beroperasi di bawah nama Jabhat Fath Al-Sham,” kata Joulani.

Ia mencatat bahwa organisasi baru ini tidak memiliki afiliasi dengan setiap entitas eksternal.

Sementara koalisi anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat mengatakan, mereka tetap akan menargetkan kelompok tersebut, meskipun namanya diganti. (T/P001/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)