Berlin, MINA – Gelombang panas yang melanda Jerman memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah dan memaksa otoritas mengerahkan operasi pemadaman berskala besar.
Kondisi cuaca yang sangat kering dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko kebakaran, sementara suhu udara yang mencetak rekor baru memperburuk situasi di berbagai negara bagian.
Salah satu kebakaran paling berbahaya terjadi di negara bagian Rhineland-Palatinate, Jerman barat daya, ketika api menjalar ke kawasan yang masih menyimpan amunisi yang belum meledak dari masa lalu.
Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi sehingga aparat mengevakuasi sebagian warga di kota Traisen demi menjaga keselamatan masyarakat. Anadolu melaporkan, Senin (29/6).
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Sementara itu, operasi pemadaman juga berlangsung di kawasan Gohrischheide di Jerman timur, di mana petugas berupaya mencegah kobaran api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Kebakaran serupa turut dilaporkan di sejumlah kawasan hutan di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern dan Saxony-Anhalt. Kekeringan yang berkepanjangan membuat vegetasi menjadi sangat mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.
Otoritas setempat terus memantau perkembangan situasi sambil mengerahkan personel dan peralatan tambahan untuk mengendalikan titik-titik kebakaran yang masih aktif.
Di tengah upaya pemadaman, Badan Meteorologi Jerman (DWD) mencatat Sabtu malam sebagai malam terpanas yang pernah terekam dalam sejarah pengamatan cuaca di negara itu.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Rekor tersebut terjadi di kota Kubschutz, negara bagian Saxony, ketika suhu udara sepanjang malam tidak turun di bawah 29,4 derajat Celsius.
Bahkan pada siang harinya, suhu di Drewitz, Saxony-Anhalt, mencapai 41,5 derajat Celsius, menjadikan gelombang panas kali ini sebagai salah satu yang paling ekstrem dari sisi durasi maupun intensitas.
Fenomena cuaca ekstrem tidak hanya melanda Jerman, tetapi juga sejumlah negara Eropa lainnya seperti Prancis, Spanyol, Italia, Inggris, dan Swiss yang dalam beberapa hari terakhir menghadapi suhu jauh di atas rata-rata musim panas.
Para ilmuwan iklim telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi serta intensitas gelombang panas, yang pada akhirnya memperbesar risiko kebakaran hutan, gangguan kesehatan masyarakat, hingga kerusakan ekosistem.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Pemerintah Jerman terus mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan, termasuk menyalakan api terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan.
Warga juga diminta membatasi aktivitas luar ruangan pada jam-jam terpanas, mengingat suhu ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi memperburuk ancaman kebakaran di berbagai wilayah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic