Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

9 Alasan Mengapa Kita Wajib Bela Al-Aqsa

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:53 WIB

39 Views ㅤ

MASJID AL-AQSA bukan sekadar bangunan tua dari batu dan kubah. Al-Aqsa adalah jantung sejarah kenabian, poros perjuangan umat, dan cermin kehormatan Islam. Membelanya bukanlah pilihan, tapi kewajiban yang melekat pada setiap muslim, di mana pun berada.

Mengapa demikian? Berikut 9 alasan mendasar yang mengharuskan kita semua untuk membela Al-Aqsa dengan segenap kemampuan:

  1. Karena Al-Aqsa adalah Kiblat Pertama Umat Islam

Sebelum berkiblat ke Ka’bah di Makkah, Masjidil Aqsa-lah yang menjadi arah kiblat kaum muslimin. Sejak awal perintah Shalat Malam (Qiyamul Lail), usai turunnya Surat Al-Muzzammil, beberapa hari setelah turunnya ayat pertama, Iqra’. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat menghadap ke Al-Aqsa dalam shalat malam mereka.

Ditambah setelah Isra Mi’raj, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendapatkan perintah shalat lima waktu dalam sehari semalam. Arah kiblatnya, tidak lain adalah ke Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan

Hingga kemudian arah kiblat dipindahkan ke Masjidil Haram, setelah hijrah ke Madinah. Namun kemuliaan Al-Aqsa sebagai kiblat pertama tidak pernah gugur.

Ini adalah fakta historis yang mengikat setiap muslim terhadap Al-Aqsa. Membelanya berarti menjaga hubungan spiritual pertama yang menghubungkan umat Islam dengan tanah suci ini.

  1. Karena Al-Aqsa adalah Tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad

Allah memilih Al-Aqsha sebagai tempat persinggahan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam perjalanan agung Isra Mi’raj. Di sanalah beliau bertemu dan menjadi imam bagi seluruh nabi dan rasul.

Allah mengabadikan peristiwa ini dalam Al-Qur’an:

Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“ Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra’ [17]: 1).

Ini adalah penghormatan Ilahi yang tidak diberikan kepada tempat lain. Siapa yang mencintai Nabi, maka ia akan mencintai tempat yang dimuliakan oleh Nabi. Membela Al-Aqsa adalah wujud cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

  1. Karena Al-Aqsa Adalah Tanah yang Diberkahi untuk Seluruh Alam

Allah berfirman:

وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ

“Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke negeri yang Kami berkahi untuk seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 71).

Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu

Keberkahan Al-Aqsa tidak terbatas untuk satu golongan, satu bangsa, atau satu zaman. Ia adalah keberkahan universal yang meliputi seluruh alam semesta. Maka, ketika Al-Aqsa dijajah, maka keberkahan itu terhalang. Dunia pun kehilangan kedamaian. Membelanya berarti membuka pintu keberkahan dan perdamaian bagi seluruh umat manusia.

  1. Karena Al-Aqsa adalah Simbol Kehormatan Umat Islam

Seorang muslim di mana pun berada, di Indonesia, Turki, Mesir, atau Amerika sekalipun, akan terhormat atau terhinakan oleh keadaan Al-Aqsa. Ketika Al-Aqsa dinodai oleh sepatu bot tentara Zionis, martabat setiap muslim ikut terinjak. Ketika anak-anak Gaza dibantai di depan Al-Aqsa, kehormatan kita semua ikut tercoreng.

Karena itu, membela Al-Aqsa adalah menjaga harga diri umat Islam di mata dunia. Membiarkannya ternoda berarti merestui penghinaan terhadap diri kita sendiri.

  1. Karena Al-Aqsa adalah Warisan Para Nabi

Dari Nabi Adam ‘Alaihis Salam yang meletakkan pondasi pertama, Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam yang meninggikan bangunannya, Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam yang menyempurnakan kemegahannya, hingga Nabi Zakaria ‘Alaihis Salam dan Nabi Yahya ‘Alaihis Salam yang memakmurkannya dengan ibadah, Al-Aqsa adalah benang merah yang menghubungkan seluruh risalah kenabian.

Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam

Karena itu, siapa yang menghancurkan Al-Aqsa, ia menghancurkan warisan para nabi. Siapa yang menjaganya, ia menjaga amanah yang dititipkan oleh generasi demi generasi utusan Allah. Membela Al-Aqsa berarti melanjutkan perjuangan para nabi.

  1. Karena Al-Aqsa Sedang Dihancurkan oleh Penjajah

Ini adalah alasan paling mendesak. Saat ini, Masjidil Aqsa dan seluruh Palestina sedang mengalami genosida dan aneksasi sistematis oleh rezim Zionis Israel. Masjid-masjid dibakar. Rumah-rumah dihancurkan. Anak-anak dibantai. Warga sipil kelaparan. Tanah dicuri. Identitas Islam dihapus secara perlahan namun pasti.

Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا

“Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.'” (QS. An-Nisa’ [4]: 75).

Baca Juga: Kehidupan Berbangsa dalam Perspektif Al-Qur’an

Membela Al-Aqsa adalah membela orang-orang lemah yang tidak bisa membela diri sendiri. Diam dalam keadaan ini adalah dosa besar.

  1. Karena Pembebasan Al-Aqsa adalah Janji Allah

Allah telah menjanjikan bahwa umat Islam akan kembali menguasai Al-Aqsa. Dalam Surat Al-Isra’, Allah berfirman tentang dua kali kerusakan yang dilakukan Bani Israil di bumi, dan janji pembalasan kedua:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

“Maka apabila datang janji untuk (pembalasan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuh-musuhmu) untuk menyuramkan muka-mukamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana mereka memasukinya pada kali pertama dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. Al-Isra’ [17]: 7).

Janji ini pasti datang. Namun kita tidak boleh diam dan menunggu tanpa usaha. Sejarah Shalahuddin Al-Ayyubi mengajarkan kita: kemenangan datang ketika umat bersatu dan berjuang. Dan kemenangan pembebasan Al-Aqsa adalah salah satu tanda kebesaran Islam di akhir zaman.

Baca Juga: Perang Gaza dan Perubahan Persepsi Publik Amerika terhadap Palestina

  1. Karena Al-Aqsha adalah Pusat Persatuan Umat Islam

Di tengah perpecahan yang melanda umat Islam di berbagai belahan dunia, Al-Aqsa hadir sebagai titik temu yang menyatukan hati. Ia adalah isu yang tidak pernah memudar, yang selalu mampu membangkitkan kesadaran kolektif umat Islam di mana pun berada.

Ketika umat Islam bersatu untuk membela Al-Aqsa, mereka melampaui perbedaan mazhab, organisasi, dan kepentingan politik. Al-Aqsa mengajarkan kita bahwa persatuan adalah kunci kekuatan. Membela Al-Aqsa berarti menjaga api persatuan yang akan membakar kezaliman penjajah.

Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ

“Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 103).

Baca Juga: Berubah ke Arah yang Lebih Baik

Al-Aqsa adalah tali Allah yang mengikat kita semua dalam satu ikatan iman.

  1. Karena Al-Aqsha adalah Pintu Masuk Menuju Kemenangan Peradaban Islam

Sejarah membuktikan bahwa peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya ketika Al-Aqsa berada di bawah kepemimpinan umat Islam. Pada masa Umar bin Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan para khalifah lainnya, Al-Aqsa menjadi pusat ilmu pengetahuan, peradaban, dan keadilan.

Sebaliknya, ketika Al-Aqsa jatuh ke tangan penjajah, umat Islam mengalami kemunduran di berbagai bidang. Ini bukan kebetulan. Al-Aqsa adalah barometer peradaban Islam. Jika ia mulia, maka umat Islam mulia. Jika ia terhina, maka umat Islam terhina.

Membela Al-Aqsa adalah bagian dari kebangkitan peradaban Islam. Tanpa pembebasan Al-Aqsa, tidak ada kemenangan sejati bagi umat Islam. Tanpa kemerdekaan Palestina, tidak ada kejayaan Islam yang hakiki.

Baca Juga: Al-Aqsa Cahaya Keberkahan yang Menyinari Alam Semesta Sepanjang Masa

Al-Aqsha adalah pintu gerbang menuju masa depan gemilang umat Islam. Membelanya berarti membuka pintu itu.

Penutup

Sembilan alasan di atas bukanlah sekadar poin-poin teoritis. Ia adalah seruan langsung dari Allah dan Rasul-Nya kepada kita semua. Al-Aqsa tidak bisa membela dirinya sendiri. Al-Aqsa menegurb kita umat Islam dari seluruh dunia untuk berdiri bersama, menyuarakan kebenaran, dan menggerakkan seluruh potensi yang kita miliki.

Maka, mari kita bela Al-Aqsa dengan doa yang tulus di setiap sujud dan setiap malam, dengan lisan yang menyuarakan kebenaran di tengah kebohongan global, dengan harta yang diberikan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina, dan dengan pikiran yang terus mencari upaya untuk membantu dan menyebarkan kesadaran.

Baca Juga: Keutamaan Al-Qur’an: Dari Musabaqah untuk Diamalkan dalam Kehidupan

Karena Al-Aqsa adalah milik kita, “Al-Aqsa Haqquna”.

Penulis, Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional, Redaktur Senior MINA News.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hukuman Potong Tangan: Alternatif Mengatasi Kejahatan Korupsi

Rekomendasi untuk Anda