KHUTBAH JUMAT kali ini mengingatkan umat akan pentingnya menjaga generasi, dengan topik “Membangun Generasi Penerus dengan Akhlak Mulia,” oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds dan Redaktur Senior MINA News. Berikut naskah selengkapnya.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah Jumat rahimakumullah
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia hingga Yaumul Kiamah.
Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina
Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah bekal terbaik bagi kehidupan dunia dan keselamatan di akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita renungkan satu perkara besar yang menentukan masa depan umat dan bangsa kita, yaitu pentingnya membangun akhlak bagi generasi penerus.
Kemajuan zaman membawa banyak perubahan. Teknologi semakin berkembang, ilmu pengetahuan semakin maju, informasi semakin mudah diakses. Namun, kemajuan ilmu tanpa akhlak dapat menjadi bencana. Kecerdasan tanpa iman dapat melahirkan kesombongan. Kekuatan tanpa moral dapat melahirkan kezaliman.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan
Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus bukan hanya untuk mengajarkan ibadah, tetapi juga untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).
Akhlak adalah buah dari keimanan. Orang yang dekat dengan Allah akan tercermin dalam perilakunya yang jujur dalam perkataan, amanah dalam tugas, santun kepada orang tua, kasih sayang kepada sesama, dan menjaga kehormatan dirinya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian
Pada ayat lain, Allah berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).
Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu kemuliaan terbesar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah akhlaknya.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa
Selanjutnya, berkaita dengan generasi muda. Mereka hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka akan menjadi imam keluarga, pemimpin masyarakat, guru, ulama, pengusaha, dan penggerak peradaban.
Namun, jangan sampai kita hanya bangga ketika anak-anak kita memiliki nilai akademik tinggi, tetapi lupa memastikan mereka memiliki adab yang baik.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita dalam sabdanya:
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلَ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan
Kaum Muslimin yang sama-sama mengharap Ridha dan Ampunan Allah
Akhlak generasi tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dibangun melalui keteladanan. Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari contoh yang mereka lihat. Jika orang tua ingin anaknya rajin shalat, maka orang tua harus menjadi teladan dalam shalat.
Jika ingin anaknya berkata santun, maka rumah harus dipenuhi dengan kata-kata yang baik. Jika ingin anaknya mencintai Al-Qur’an, maka keluarga harus menghadirkan suasana cinta kepada Al-Qur’an.
Allah mengingatkan kitab di dalam ayat-Nya:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).
Ayat ini menjadi pengingat bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar menjaga keluarga, bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga iman dan akhlaknya.
Karena itui, marilah kita bangun generasi yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya. Peradaban tidak hanya dibangun oleh manusia yang pintar, tetapi oleh manusia yang benar.
Semoga Allah menjadikan anak-anak dan generasi penerus kita sebagai generasi yang mencintai Allah, mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta menjadi pembawa kebaikan bagi umat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. []
Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic