KHUTBAH Jumat edisi kali ini berjudul “Menebar Kasih di Antara Saudara Seiman” yang ditulis oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional yang juga Wartawan Kantor Berita MINA (Minanews).
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menciptakan pagi dan sore sebagai saksi atas perjalanan hidup kita. Allah yang memberi kita napas untuk terus berzikir, langkah untuk terus berbuat, dan hati untuk terus mencintai.
Setiap detik yang kita lalui adalah karunia yang tak terhitung. Mulai dari kesehatan yang memungkinkan kita hadir di masjid ini, kesempatan yang masih terbuka untuk bertaubat, hingga yang paling agung, yaitu iman dan Islam yang bersemayam di dada.
Maka, jangan biarkan bibir kita kering dari pujian, dan jangan biarkan hati kita lalai dari rasa syukur. Karena orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, dan orang yang ingkar akan kehilangan makna hidup.
Shalawat teriring salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan kita para pengikutnya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian
Khatib mewasiatkan kepada diri sendiri dan kepada seluruh jamaah, marilah kita perbaharui takwa kita. Sebab takwa adalah lentera di jalan yang gelap, bekal di perjalanan yang panjang, dan perisai di medan yang penuh ujian.
Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197)
Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa
Takwa bukanlah sekadar kata-kata yang terucap di bibir, tetapi ia adalah getaran yang meresap dalam jiwa. Ia adalah cahaya yang menyinari amal, dan ia adalah pemisah antara kebaikan dan keburukan. Dengan takwa, harta menjadi berkah, ilmu menjadi manfaat, dan hidup menjadi bermakna.
Allah juga berfirman:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. An-Nahl [16]: 128).
Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan
Dan Allah menjanjikan bagi orang yang bertakwa:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S. Ath-Thalaq [65]: 2-3).
Hadirin yang semoga dirahmati Allah
Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa
Islam adalah agama yang dibangun di atas cinta. Ia menurunkan hujan rahmat bagi seluruh alam, dan mengikat hati-hati yang pernah bermusuhan menjadi saudara yang saling mengasihi. Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al-Hujurat [49]: 10)
Inilah dasar persaudaraan sejati: bukan karena darah, bukan karena harta, tetapi karena iman. Sebab ikatan iman lebih kuat dari ikatan nasab. Ia mampu menyatukan yang jauh, dan menghangatkan yang dingin.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Janganlah kalian saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah sebagian kalian menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muslim).
Dan Nabi juga mengingatkan bahwa merendahkan saudara Muslim adalah dosa yang besar:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ
“Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia merendahkan saudaranya yang Muslim.” (HR Muslim).
Saudaraku,
Di antara bentuk cinta yang paling dalam adalah mendoakan saudara tanpa sepengetahuannya. Rasulullah ﷺ bersabda:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang mustajab.” (HR Muslim).
Doa semacam ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Sebab ia lahir dari ketulusan, tanpa pamrih, tanpa ingin dipuji. Dan malaikat pun mengamini: “Aamiin, dan bagimu juga seperti itu.”
Hadirin yang berbahagia,
Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah
Kaum mukmin bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota sakit, seluruh tubuh merasakan demam. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota sakit, maka seluruh tubuh merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim).
Maka, ketika saudara kita di Palestina terluka, kita pun harus merasakan pedihnya. Ketika mereka kehilangan rumah, kita pun turut kehilangan ketenangan. Inilah hakikat persaudaraan sejati.
Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 103).
Tali Allah adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ia adalah ikatan yang menyatukan hati, dan ia adalah benteng dari perpecahan. Tanpa berpegang pada tali ini, kita akan terseret arus, terpecah belah, dan akhirnya lemah di hadapan musuh.
Maka, marilah kita tegakkan persaudaraan, jalin kasih sayang, dan jauhkan segala bentuk permusuhan. Karena persatuan adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic