Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 100 Negara Hadiri Upacara Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 3 Juli 2026 - 22:06 WIB

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:06 WIB

60 Views ㅤ

Jenazah Ayatollah Seyyed Ali Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla Teheran pada Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: Upuk News/X)

Teheran, MINA – Iran menyatakan lebih dari 100 negara mengirimkan delegasi resmi untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Jumat (3/7).

Kehadiran para utusan dari berbagai kawasan dunia disebut sebagai bentuk penghormatan internasional sekaligus mencerminkan besarnya perhatian global terhadap transisi kepemimpinan di Republik Islam Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan delegasi yang hadir terdiri atas pejabat pemerintah, menteri luar negeri, pimpinan parlemen, tokoh politik, hingga perwakilan organisasi internasional. Press TV melaporkan.

Menurutnya, partisipasi dari lebih dari 100 negara menunjukkan posisi Iran yang tetap memiliki hubungan diplomatik luas dengan berbagai negara meskipun menghadapi tekanan dan sanksi internasional. Prosesi pemakaman dipusatkan di Teheran dengan pengamanan ketat dan dihadiri ratusan ribu pelayat.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Amerika Latin dilaporkan mengirimkan utusan resmi untuk menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran.

Beberapa organisasi regional juga turut mengirimkan perwakilan sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade dan memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik kawasan.

Pemakaman Khamenei berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap arah kebijakan luar negeri dan keamanan Iran pascakonflik dengan Israel yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sejumlah pengamat menilai proses transisi kepemimpinan di Teheran akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama terkait hubungan Iran dengan negara-negara tetangga serta negosiasi mengenai program nuklirnya.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Sebelumnya, pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional dan menggelar berbagai acara penghormatan di sejumlah kota besar. Ribuan warga tampak memadati jalan-jalan utama di Teheran sejak jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.

Otoritas Iran juga mengerahkan aparat keamanan dalam jumlah besar untuk memastikan prosesi berlangsung tertib di tengah membludaknya pelayat dari dalam maupun luar negeri.

Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama masa kepemimpinannya, ia memegang otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran, termasuk dalam kebijakan pertahanan, keamanan, dan hubungan luar negeri.

Meninggalnya Khamenei menandai berakhirnya salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah modern Iran dan menjadi perhatian masyarakat internasional terkait arah kepemimpinan negara tersebut pada masa mendatang. []

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Timur Tengah
Internasional
Timur Tengah
Timur Tengah