Jakarta, MINA – Lima relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-10 dan ke-11 kembali ke Tanah Air usai menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
Dikutip dari laman MER-C, Kamis (8/1), proses kepulangan kelima relawan sempat mengalami kendala akibat situasi keamanan. Tim harusnya dijadwalkan keluar dari Gaza pada Selasa (30/12/2025), tetapi konvoi World Health Organization (WHO) yang akan membawa mereka keluar terpaksa dibatalkan.
Seluruh relawan medis dari berbagai negara yang telah berada di dalam bus diminta turun dan kembali ke posko masing-masing sambil menunggu izin lebih lanjut. Tim MER-C pun kembali ke posko di Deir al-Balah.
Keesokan harinya, Rabu (31/12/2025), EMT MER-C menerima informasi izin atau green light untuk keluar dari Gaza. Seluruh EMT WHO yang telah menyelesaikan masa tugas akhirnya dapat meninggalkan Jalur Gaza, termasuk lima relawan MER-C Indonesia.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Selama bertugas, para relawan merasakan pengalaman berkesan dan tak terlupakan. Mereka menyaksikan langsung ketabahan serta kehangatan warga Gaza, merasakan serangan yang begitu dekat, dan tetap menjalankan tugas medis di tengah keterbatasan fasilitas.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic