Makkah, MINA – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa sekitar 80 persen keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji ditentukan pada fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang menjadi puncak seluruh rangkaian ibadah haji.
Karena itu, seluruh petugas diminta memastikan pelayanan jamaah berjalan optimal selama fase krusial tersebut.
Menhaj menyampaikan hal itu saat melakukan peninjauan kesiapan layanan jamaah di Arab Saudi menjelang puncak haji 2026. Ia menekankan bahwa Armuzna bukan sekadar persoalan teknis perpindahan jamaah, tetapi menyangkut keselamatan, kenyamanan, hingga kekhusyukan ibadah jutaan jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah Indonesia saat ini terus mematangkan berbagai aspek layanan, mulai dari transportasi, tenda, konsumsi, hingga layanan kesehatan. Jamaah lansia dan penyandang disabilitas juga menjadi prioritas utama dalam skema transportasi dan pendampingan selama fase Armuzna untuk menghindari keterlambatan maupun kepadatan ekstrem di lokasi ibadah.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Dalam inspeksi terbaru di kawasan Arafah, Menhaj menemukan adanya ketidaksesuaian kapasitas tenda dengan jumlah tempat tidur yang tersedia.
Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan permintaan penambahan tenda dan evaluasi terhadap pihak penyedia layanan atau syarikah agar jamaah Indonesia tetap memperoleh tempat yang layak saat puncak haji berlangsung.
Selain itu, pemerintah juga memperingatkan adanya praktik pengkaplingan tenda oleh sejumlah oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Komisi VIII DPR RI meminta izin KBIHU yang terbukti melanggar dicabut karena dinilai membahayakan kenyamanan dan hak jamaah lain. Persoalan tersebut menjadi perhatian serius agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih tertib dibanding musim sebelumnya.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Menjelang puncak haji yang dimulai akhir Mei, pemerintah juga mengimbau jamaah menjaga kesehatan dan mematuhi seluruh arahan petugas.
BPJS Kesehatan meminta jamaah memastikan kepesertaan JKN tetap aktif selama berada di Tanah Suci. Sementara itu, aparat turut memperketat pengawasan terhadap keberangkatan haji nonprosedural guna mencegah munculnya jamaah ilegal yang berpotensi mengganggu kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic