Tel Aviv, MINA – Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, menyatakan bahwa perang melawan Suriah adalah “kepastian mutlak” dan tidak dapat dihindari setelah perang di Gaza. Ia menggambarkan Suriah sebagai “Gaza yang diperkuat” dan menegaskan bahwa konflik berikutnya sudah di depan mata.
“Suriah adalah Gaza yang diperkuat, dan itulah perang berikutnya, dengan kepastian mutlak,” kata Chikli. “Tidak ada cara menghindarinya.” Dikutip dari MEMO, Jumat (14/8).
Pernyataan itu muncul saat Zionis Israel telah melancarkan kampanye militer di berbagai front di kawasan, termasuk Palestina, Lebanon, Suriah, dan Iran, sambil melakukan serangan di tempat lain di Timur Tengah. Para pemimpin Israel sendiri menggambarkan konflik ini sebagai perang di tujuh front.
Zionis Israel saat ini terlibat dalam konflik di tujuh front, meliputi: Palestina (Gaza), Lebanon (melawan Hezbollah), Suriah (pendudukan dan serangan), Iran (perang bersama AS), Yaman (melawan Houthi), Irak (serangan terhadap kelompok pro-Iran) dan Tepi Barat (operasi penangkapan dan pembongkaran).
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Bukan Ancaman Pertama
Pernyataan tersebut bukan pertama kalinya Chikli secara terbuka mengancam perang terhadap Damaskus. Pada bulan Juni 2026, ia mengatakan Israel akan berperang melawan Suriah “cepat atau lambat” , dengan mengklaim bahwa Suriah dan Turki merupakan tantangan yang lebih besar bagi Israel daripada Iran.
“Kami akan berperang melawan Suriah, cepat atau lambat, karena Suriah dan Turki jauh lebih mengkhawatirkan daripada Iran,” kata Chikli saat itu.
Ancaman terbaru Chikli datang saat pasukan Israel sudah menduduki wilayah Suriah dan melakukan serangan berulang ke negara tersebut.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Setelah jatuhnya pemerintahan Bashar Al-Assad pada Desember 2024, Israel menyatakan Perjanjian Pemisahan 1974 batal, masuk ke zona penyangga yang diawasi PBB di sekitar Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, dan mendirikan posisi militer lebih dalam di dalam Suriah selatan.
Operasi Israel terus berlanjut meskipun kepemimpinan baru Suriah berulang kali memberi sinyal bahwa mereka tidak mencari perang dengan Israel. Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa menyerukan agar pasukan Israel kembali ke posisi yang mereka pegang sebelum kejatuhan Assad, sementara Israel menuntut zona demiliterisasi yang membentang di sebagian besar wilayah selatan Suriah.
Hanya beberapa hari sebelum komentar Chikli, pasukan Israel kembali memasuki provinsi Quneitra, mendirikan pos pemeriksaan, dan menggeledah warga sipil serta kendaraan. Pada hari Jumat (14/8), media negara Suriah melaporkan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah warga sipil di pedesaan Daraa, memaksa beberapa penduduk melarikan diri. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic