Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama berbagai organisasi kemasyarakatan Islam mengutuk keras agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, serta mendesak reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih adil dalam menjaga perdamaian dunia.
Seruan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4). Dalam forum itu, MUI menyampaikan taujihat bertema persatuan umat manusia untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian global.
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan menegaskan bahwa Islam mengajarkan hidup dalam keberagaman sebagai jalan menuju ketakwaan sekaligus fondasi membangun dunia yang damai.
Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan dan pembunuhan tanpa alasan yang sah merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Kamis 16 April 2026
Dalam pernyataannya, MUI juga menyoroti pentingnya tanggung jawab kemanusiaan (mas’uliyah insaniyah) serta persatuan global (ukhuwah insaniyah) untuk melawan segala bentuk penjajahan dan agresi militer.
MUI mengajak seluruh elemen bangsa dan dunia internasional untuk memperkuat solidaritas dalam menghentikan konflik bersenjata.
Sikap ini sejalan dengan pernyataan MUI sebelumnya yang mendesak penghentian agresi militer di Timur Tengah serta mendorong penegakan hukum internasional terhadap pelaku pelanggaran kemanusiaan.
MUI menilai perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa keadilan yang ditegakkan secara nyata.
Baca Juga: Pemerintah Gagalkan Dugaan Penjualan Pulau Umang Rp8,5 Miliar Secara Online
Desakan reformasi PBB mencerminkan meningkatnya kritik global terhadap efektivitas lembaga tersebut dalam menangani konflik internasional, khususnya di Timur Tengah.
Reformasi dianggap penting agar PBB mampu bertindak lebih tegas dan independen dalam menjaga stabilitas dunia serta melindungi hak-hak kemanusiaan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Australia Jajaki Impor Pupuk dari Indonesia
















Mina Indonesia
Mina Arabic