Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Perintahkan Tentara Israel Kuasai 70% Wilayah Gaza

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 29 Mei 2026 - 21:15 WIB

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:15 WIB

25 Views ㅤ

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Umum PBB, New York, Jumat, 26 September 2025. (Gambar: RKM / X )

Gaza, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (28/5) mengklaim bahwa tentaranya saat ini menduduki 60% Jalur Gaza, dan mengungkapkan rencana untuk memperluas kendali hingga 70%.

“Sekarang kita menguasai 60% Jalur Gaza, dan instruksi saya adalah untuk bergerak menuju penguasaan 70%,” Channel 12 Israel mengutip ucapan Netanyahu dalam sebuah seminar di permukiman ilegal Israel di Lembah Yordania.

Tentara Israel telah mengumumkan pada Oktober tahun lalu bahwa mereka menguasai 53% wilayah Gaza setelah mundur ke “garis kuning”, sebagai bagian dari implementasi fase pertama dari rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang genosida Israel di Gaza.

Berdasarkan rencana tersebut, tentara Israel seharusnya melakukan penarikan lebih lanjut dari Gaza pada fase-fase selanjutnya.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

“Garis kuning” adalah garis virtual di dalam Jalur Gaza tempat tentara Israel untuk sementara mundur berdasarkan perjanjian gencatan senjata, dengan penarikan lebih lanjut diharapkan kemudian. Garis ini memisahkan wilayah yang dikuasai tentara Israel dari wilayah tempat warga Palestina diizinkan untuk tetap tinggal.

Pada 17 Februari, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan dalam pernyataan pers bahwa Israel tidak akan bergerak “satu milimeter pun” dari “garis kuning” di Gaza sebelum Hamas dilucuti senjatanya.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan bahwa pendudukan terus menggeser “garis kuning” ke arah barat, dan ini merupakan pelanggaran yang jelas dan besar terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

“Ini juga berarti mengurung semua penduduk Jalur Gaza ke dalam jalur sempit di Gaza barat, di area yang 30% lebih kecil dari total luas Jalur Gaza,” tambah Qassem. []

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda