Islamabad, MINA – Pemerintah Pakistan menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk tetap mematuhi komitmen dalam Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad sebagai langkah penting menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Seruan itu disampaikan di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang dikhawatirkan dapat mengancam keamanan kawasan. Pakistan Today melaporkan, Sabtu (11/7).
Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan bahwa seluruh pihak harus menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Islamabad menilai dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang efektif untuk menyelesaikan perselisihan serta mencegah konflik berskala lebih luas.
Dalam pernyataannya, Pakistan menyebut MoU Islamabad merupakan landasan penting bagi terciptanya saling pengertian, penghormatan, dan kemakmuran bersama di kawasan. Pemerintah Pakistan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya perdamaian serta memfasilitasi komunikasi antara kedua negara.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
MoU Islamabad merupakan kesepakatan sementara yang dicapai Iran dan Amerika Serikat pada 17 Juni 2026 melalui mediasi Pakistan.
Kesepakatan tersebut bertujuan menghentikan permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta menciptakan ruang bagi perundingan lanjutan mengenai isu-isu strategis, termasuk keamanan kawasan dan hubungan bilateral kedua negara.
Seruan Pakistan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara dengan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan meningkatnya kembali ketegangan di kawasan Teluk yang memiliki peran vital bagi perdagangan energi dunia.
Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Iran dan memiliki hubungan strategis dengan negara-negara Teluk, Pakistan terus berupaya memainkan peran sebagai mediator.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Islamabad menilai keberhasilan jalur diplomasi tidak hanya penting bagi keamanan regional, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic