Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pastor Katolik Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon, Komunitas Gereja Berduka

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:03 WIB

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:03 WIB

46 Views ㅤ

Ambulans yang rusak setelah serangan Israel menghantam Lebanon selatan (Foto: AA)

Beirut, MINA – Seorang pastor Gereja Katolik Maronit di Lebanon Selatan dilaporkan tewas setelah serangan militer Israel menghantam sebuah rumah di desa Qlayaa, wilayah perbatasan yang kerap menjadi sasaran serangan dalam konflik terbaru di kawasan tersebut. Pastor tersebut diketahui tengah membantu warga yang terluka ketika serangan kembali terjadi.

Pastor yang bernama Pierre al-Rahi dilaporkan mengalami luka serius akibat tembakan artileri Israel pada 9 Maret dan kemudian meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Ia dikenal sebagai imam Gereja Katolik Maronit yang melayani komunitas Kristen di desa Qlayaa, sebuah wilayah yang terletak dekat perbatasan Israel–Lebanon.

Menurut laporan Al-Mayadeen, Jumat (13/3), insiden itu terjadi ketika al-Rahi bersama beberapa warga berusaha membantu penduduk yang rumahnya sebelumnya terkena serangan. Saat berada di lokasi tersebut, serangan lanjutan menghantam area yang sama sehingga melukai pastor tersebut secara fatal.

Kematian pastor tersebut memicu duka mendalam di kalangan komunitas Kristen Lebanon. Pemimpin Gereja Maronit menyebut kematian al-Rahi sebagai “luka mendalam bagi Gereja,” seraya menegaskan bahwa banyak warga sipil tak bersalah menjadi korban dalam siklus kekerasan yang terus berlanjut di kawasan itu.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Serangan di Lebanon Selatan meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring eskalasi konflik di Timur Tengah. Laporan otoritas Lebanon menyebut ratusan warga sipil telah tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi akibat operasi militer Israel yang menargetkan berbagai wilayah yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Sejumlah pemimpin dunia dan tokoh gereja internasional menyerukan penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil dan tempat ibadah. Mereka menilai konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan, terutama bagi komunitas sipil yang tinggal di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Internasional
Internasional