Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembebasan Al-Aqsa Terlaksana Jika Umat Islam Bersatu di Bawah Pimpinan Imaam

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 6 Juli 2026 - 04:10 WIB

Senin, 6 Juli 2026 - 04:10 WIB

31 Views ㅤ

Ilustrasi: Kubah As-Sakhrakh di Kompleks Al-Aqsha, di Kota Al-Quds, Palestina. (Dok MINA)

MASID AL-AQSA, kiblat pertama umat Islam, tanah para nabi, dan tempat perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, terus menggeliat di bawah belenggu penjajahan Zionis Israel.

Sejak 1967, masjid yang mulia ini kehilangan kemerdekaannya. Umat Islam tidak bisa masuk dengan bebas, jamaah kerap dihalangi, bahkan Masjid Al-Aqsa sering dinodai oleh para pemukim illegal Yahudi.

Pertanyaan yang harus kita jawab bersama Adalah, “Mengapa umat Islam belum mampu membebaskan Al-Aqsa?”

Jawabannya tegas, karena umat Islam masih terpecah belah dan tidak memiliki imaam yang memimpin mereka dalam satu barisan. Sejarah telah membuktikan bahwa setiap kali umat Islam bersatu di bawah kepemimpinan yang jelas, kemenangan datang. Ketika mereka berpecah, kehinaan datang. Maka, pembebasan Al-Aqsa hanya dapat maksimal tercapai jika umat Islam bersatu di bawah pimpinan imaam.

Baca Juga: Rizky Ridho Selebrasi dengan Sujud Syukur, Ini Maknanya dalam Islam

Berjamaah bukan Sekadar Slogan

Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 102-103:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”.

Ayat ini mengandung tiga perintah utama yang sangat relevan dengan perjuangan pembebasan Al-Aqsa. Pertama, perintah takwa sebagai fondasi setiap perjuangan. Tanpa takwa, perjuangan kehilangan berkah.

Baca Juga: 2 Oktober 1187: Ketika Panglima Shalahuddin Membebaskan Masjid Al-Aqsa

Kedua, perintah berpegang pada tali Allah, yakni Al-Qur’an dan agama Islam yang mempersatukan umat.

Ketiga, kewajiban berjama’ah, dan larangan berpecah belah. Perpecahan adalah penyebab kelemahan. Umat yang berpecah tidak akan pernah menang.

Sejarah membuktikan bahwa perpecahan umat Islam selalu dimanfaatkan oleh musuh untuk menjajah bumi Al-Quds, wilayah Baitul Maqdis, dan Masjidil Aqsa. Ketika umat Islam bersatu di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, Al-Quds dibebaskan dengan damai pada 638 M. Ketika mereka bersatu di bawah komando Shalahuddin Al-Ayyubi, Al-Quds berhasil direbut kembali dari Tentara Salib pada 1187 M. Namun, ketika umat Islam berpecah belah, Al-Quds jatuh ke tangan Inggris pada 1917, lalu ke tangan Zionis Israel pada 1948 dan 1967.

Umat Terbaik Lahir dari Persatuan

Baca Juga: Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup

Allah juga berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah….”

Umat terbaik tidak akan pernah terwujud jika umat Islam terpecah belah. Membebaskan Al-Aqsa adalah salah satu bentuk amar ma’ruf (menyuruh kebaikan, mewujudkan kemerdekaan) dan nahi mungkar (mencegah kemungkaran, menolak penjajahan). Penjajahan Zionis atas Al-Aqsa adalah kemungkaran terbesar yang harus dicegah. Namun, amar ma’ruf nahi mungkar hanya bisa dilakukan secara maksimal jika umat Islam Bersatu, berjama’ah dalam satu barisan.

Allah juga menegaskan dalam Surat Al-Hujurat ayat 10:

Baca Juga: Doa Menyambut Turunnya Hujan yang Membasahi Bumi

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Persaudaraan adalah wujud berjama’ah. Saudara kita di Palestina sedang berjuang mempertahankan tanah suci. Wajib bagi kita untuk membantu mereka, karen di sana tanah suci kita juga. Persaudaraan ini akan menjadi kekuatan luar biasa jika diwujudkan dalam satu kepemimpinan yang jelas. Tanpa persaudaraan yang terorganisir, perjuangan akan kehilangan arah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan lima kewajiban yang saling terkait dalam sabdanya:

أنا أّمُرُكْم بِخَمْسٍ أَللهُ أَمَرَنِى بِهِنَّ : بِاْلجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ وَ الْهِجْرَةِ وَ اْلجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ

“Aku perintahkan kepada kamu sekalian (muslimin) lima perkara; sebagaimana Allah telah memerintahkanku dengan lima perkara itu, yakni (berpegang pada) Al-Jama’ah, mendengar, taat, hijrah, dan jihad di jalan Allah.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Baca Juga: Ketika Bulan Sabit dan Venus Berdampingan di Ufuk Barat

Puncak dari hadits ini adalah jihad. Dan jihad untuk membebaskan Al-Aqsa tidak mungkin dilakukan tanpa berjama’ah, mendengar, taat, dan hijrah terlebih dahulu. Ini adalah urutan logis yang harus dipahami.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda:

اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَ اْلفُرْقَةُ عَذَابٌ

“Berjamaah adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani).

Hadits ini sangat sederhana namun sangat dalam. Berjamaah adalah rahmat, kasih sayang, kebaikan, kemenangan. Perpecahan adalah azab, siksa, kehinaan, kekalahan. Umat Islam yang berpecah belah akan mendapatkan azab berupa kehinaan di dunia dan siksa di akhirat. Untuk membebaskan Al-Aqsa, umat Islam harus memilih rahmat dengan bersatu, bukan azab dengan berpecah belah.

Baca Juga: Membaca Sejarah Tiga Pembebasan Spektakuler: Resensi Buku Imam Yakhsyallah Mansur

Perpecahan adalah Senjata Musuh

Allah menggambarkan sifat musuh dalam Surat Al-Hasyr ayat 14:

لَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ جَمِيْعًا اِلَّا فِيْ قُرًى مُّحَصَّنَةٍ اَوْ مِنْ وَّرَاۤءِ جُدُرٍۗ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌۗ تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتّٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَۚ

“Mereka tidak akan memerangi kalian (secara) berjamaah, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antar sesama mereka sangat hebat. Kamu mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal hati mereka terpecah belah. Hal itu disebabkan mereka kaum yang tidak berakal.”

Ayat ini menggambarkan kelemahan musuh, mereka berpecah belah dan penuh ketakutan. Jika umat Islam bersatu, mereka akan mudah mengalahkan musuh yang berpecah belah. Namun, jika umat Islam juga berpecah belah, mereka tidak akan bisa mengalahkan musuh.

Baca Juga: Keimanan Tak Akan Tumbuh Bersama Kesombongan

Penutup

Pembebasan Al-Aqsa adalah kewajiban kolektif (fardhu kifayah) atas seluruh umat Islam. Kewajiban ini hanya bisa dilaksanakan secara maksimal jika umat Islam bersatu dalam satu barisan di bawah pimpinan imaam. Persatuan dan kepemimpinan adalah perintah Allah yang ditegaskan dalam berbagai ayat dan hadits. Perpecahan adalah kelemahan yang dimanfaatkan musuh untuk menjajah Al-Aqsa. Sejarah membuktikan bahwa setiap kemenangan terjadi saat umat bersatu, dan setiap kekalahan terjadi saat umat berpecah.

Maka, seruan kepada seluruh umat Islam, “Marilah kita bersatu! Marilah kita berjama’ah! Marilah kita taat kepada imaam! Marilah kita berhijrah dari kelemahan menuju kekuatan! Marilah kita berjihad bersama-sama untuk membebaskan Al-Aqsa!”

“Ya Allah, persatukanlah hati umat Islam, satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran, tolonglah mereka atas musuh-musuh mereka, dan bebaskanlah Masjid Al-Aqsa dari kezaliman para penjajah.”  Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Baca Juga: Ashbahna ‘Ala Fithratil Islam: Doa Pagi yang Meneguhkan Identitas Keimanan

Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis, Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Keutamaan Hari Jumat, Waktu Mustajab dan Pelipatgandaan Pahala

Rekomendasi untuk Anda