Tepi Barat, MINA – Dua warga Palestina terluka akibat serangan pemukim ilegal Zionis Israel di kawasan Wadi al-Syaer, antara Desa Lubban al-Sharqiya dan Kota Salfit, Tepi Barat utara, Ahad (20/9) dini hari.
Melansir Al Jazeera, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tim medisnya menangani dua warga yang terluka akibat serangan tersebut.
Salah seorang mengalami luka tusuk pada bagian paha, sedangkan korban lainnya mengalami luka di kepala.
Pada saat yang sama, pasukan penjajah Zionis Israel menyerbu sejumlah wilayah di Tepi Barat dan menangkap sejumlah warga Palestina.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Menurut kantor berita Palestina WAFA, pasukan penjajah menangkap Ayman Qasim di Desa Aqaba, sebelah utara Tubas, setelah menyerbu dan menggeledah rumahnya.
Qasim diketahui merupakan ayah dari dua tahanan Palestina.
Pada Sabtu (19/9) malam, pasukan penjajah juga menangkap delapan warga Palestina, termasuk seorang ayah dan anaknya, dari Desa Ad-Duqaiqah di wilayah Badia Yatta, selatan Hebron.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah pemukim Zionis menyerang warga desa dan berupaya mencuri ternak milik mereka, menurut WAFA.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Sebelumnya, pada Sabtu pagi, pemukim ilegal Zionis Israel memutus saluran air utama yang memasok Desa Ad-Duqaiqah.
Tindakan tersebut menyebabkan sekitar 700 warga Palestina kehilangan akses terhadap air.
Di Tulkarm, Tepi Barat barat laut, pasukan penjajah Zionis Israel menyerbu Kota Allar dan menyisir sejumlah jalan. Mereka menghentikan sejumlah warga dan menangkap seorang pemuda setempat, menurut sumber lokal yang dikutip Anadolu Agency.
Di wilayah Yerusalem, Pemerintah Provinsi Yerusalem mengatakan pasukan Zionis Israel menyerbu Kota Hizma, sebelah timur laut Yerusalem yang diduduki.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Pasukan penjajah Israel dilaporkan dikerahkan di sekitar kawasan sekolah.
Tidak ada laporan mengenai penangkapan atau penggeledahan dalam penyerbuan tersebut.
Sementara itu, di Ramallah dan al-Bireh, pasukan penjajah menyerbu sejumlah kota dan desa, termasuk Deir Dibwan, Silwad dan Deir Abu Mash’al.
Tidak ada laporan mengenai korban luka maupun penangkapan dalam penyerbuan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
Serangkaian serangan dan penangkapan itu berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas pasukan penjajah dan pemukim Zionis Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Dalam sejumlah insiden, warga Palestina menghadapi serangan fisik, pembatasan akses terhadap sumber air, penangkapan dan penggerebekan rumah.
Data dalam laporan ini tidak menyebutkan bahwa 80 persen warga Palestina di wilayah-wilayah tersebut terdampak langsung.
Karena itu, angka 80 persen tidak digunakan untuk menggambarkan korban atau tingkat dampak dalam peristiwa ini.[]
Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic