Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemukim Yahudi Berencana Lakukan Kurban Hewan di Masjid Al-Aqsa

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 30 Maret 2026 - 21:19 WIB

Senin, 30 Maret 2026 - 21:19 WIB

28 Views

Ekstrimis Yahudi Lakukan Ritual Penyembelihan Sapi Merah di Masjid Al-Aqsa (foto: Quds Press)
Ekstrimis Yahudi Lakukan Ritual Penyembelihan Sapi Merah di Masjid Al-Aqsa (foto: Quds Press)

Yerusalem, MINA – Pemerintah Yerusalem memperingatkan upaya para pemukim Yahudi Israel untuk membawa kurban hewan ke Masjid Al-Aqsa, menggambarkan langkah tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang bertujuan memberlakukan ritual keagamaan baru di kompleks masjid.

Dalam pernyataan yang dikutip Middle East Monitor, Senin (30/3), Pemerintah Yerusalem mengatakan upaya ini bertepatan dengan penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas pendudukan Israel selama 30 hari berturut-turut, mencegah jamaah untuk mengakses situs tersebut.

Pemerintah Yerusalem menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya menggunakan ritual keagamaan sebagai alat untuk melakukan Yudaisasi Masjid Al-Aqsa, dengan rencana membawa dan menyembelih hewan seperti domba atau kambing di dalam kompleks selama hari raya Paskah Yahudi.

Menurut pernyataan organisasi Temple Mount mengeksploitasi penutupan yang sedang berlangsung untuk mengintensifkan upaya mobilisasi, termasuk penggunaan gambar dan video yang dihasilkan kecerdasan buatan di platform mereka untuk mendorong pendukung melakukan tindakan ini.

Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel

Pemerintah Yerusalem menyebut 2025 telah menyaksikan tiga upaya tanpa preseden untuk memasukkan kurban hewan ke kompleks masjid, termasuk insiden di mana hewan disembelih atau daging berlumuran darah dibawa masuk.

Langkah-langkah ini digambarkan sebagai bagian dari eskalasi sistematis yang bertujuan memberlakukan realitas baru di dalam situs tersebut.

Pemerintah Yerusalem lebih lanjut memperingatkan bahwa upaya ini terkait dengan keyakinan ideologis di kalangan sayap kanan Israel dan gerakan keagamaan, yang berupaya menetapkan praktik-praktik baru yang terkait dengan situs tersebut dan mengubah status historis serta religiusnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds

Rekomendasi untuk Anda