Washington, MINA – AS telah menandatangani perjanjian senilai $210 juta untuk membeli amunisi klaster canggih yang dilarang secara luas dari produsen senjata milik Israel.
Dilansir dari Quds News Network (QNN) pada Senin (9/2), menurut basis data federal daring yang mencakup 18 tahun terakhir, kontrak itu menandai pembelian senjata terbesar Pentagon yang pernah tercatat dari perusahaan Israel.
Laporan tersebut mengatakan, Departemen Pertahanan AS telah menandatangani perjanjian senilai $210 juta dengan produsen senjata milik Israel untuk pengadaan amunisi klaster canggih yang ditandatangani pada September 2025.
Berdasarkan perjanjian tersebut, AS akan membayar perusahaan Israel bernama Tomer selama tiga tahun untuk memproduksi amunisi 155 mm.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Amunisi tersebut dimaksudkan untuk menggantikan amunisi klaster yang telah berusia puluhan tahun, yang telah dikritik karena meninggalkan bom kecil yang tidak meledak tersebar di berbagai negara, termasuk Vietnam, Laos, dan Irak.
Amunisi itu telah dikecam secara luas karena bahayanya yang berkepanjangan bagi warga sipil, dengan bom kecil yang belum meledak dan menimbulkan risiko lama setelah serangan berakhir.
Sisa-sisa bom sering kali tetap tersembunyi di ladang, hutan, dan permukiman, meledak bertahun-tahun kemudian tanpa peringatan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic