Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pentingnya Pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah Jenjang Madrasah Ibtidaiyah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 17 Juni 2026 - 07:08 WIB

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:08 WIB

27 Views ㅤ

Daurah Al-Quds wal Maqdisiyah. (Dok MINA)

Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan bersejarah di ujung dunia. Al-Aqsa adalah jantung spiritual umat Islam, kiblat pertama, tanah para Nabi, dan tempat perjalanan agung Isra Mi’raj Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Allah sendiri telah memuliakannya dalam Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai salah satu dari tiga masjid yang paling suci.

Namun, ironisnya, banyak generasi muda Muslim saat ini yang tidak mengenal Masjid Al-Aqsa secara mendalam. Terlebih bagi seusia anak-anak, Al-Aqsa hanya nama asing yang terdengar sesekali di berita atau ceramah. Mereka tidak memahami mengapa masjid ini begitu istimewa, mengapa umat Islam harus mencintainya, dan mengapa perjuangan membebaskannya adalah tanggung jawab bersama.

Realitas ini menjadi keprihatinan bersama. Jika generasi muda kita tidak mengenal dan tidak mencintai Al-Aqsa. Lalu siapa yang akan meneruskan perjuangan membebaskannya? Siapa yang akan mendoakannya di malam hari? Siapa yang akan menjaga ingatan tentang tanah para Nabi ini?

Baca Juga: Mengembalikan Jiwa yang Hilang dalam Pola Interaksi Keluarga Era Digital

Itulah mengapa pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah sejak usia sekolah dasar menjadi sangat penting dan mendesak.

Mengapa Harus Sejak Usia Sekolah Dasar?

Ada beberapa Alsan untuk menjawab pertanyaan mendasar ini, di antaranya:

  1. Usia Emas Penanaman Nilai

Anak-anak usia sekolah dasar (6-12 tahun) berada pada masa emas (golden age) pembentukan karakter dan nilai-nilai dasar keimanan. Pada usia ini, anak-anak menyerap informasi dengan cepat, mudah terkesan dengan cerita, dan memiliki ingatan yang kuat terhadap hal-hal yang diajarkan dengan penuh kasih.

Baca Juga: Wamen Komdigi Dorong Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Pengembangan Ekosistem AI

Menanamkan kecintaan kepada Al-Aqsa pada usia ini akan membekas seumur hidup. Mereka akan tumbuh dewasa dengan kesadaran bahwa Al-Aqsa adalah bagian dari identitas keislaman mereka, sebagaimana syahadat dan shalat.

  1. Membangun Kesadaran Tanpa Beban Psikologis

Pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah di tingkat SD/MI dirancang dengan pendekatan yang lembut, menyenangkan, dan sesuai usia anak.

Fokusnya bukan pada konflik atau kekerasan, melainkan pada pengenalan: apa nama masjid itu, di mana letaknya, seperti apa bentuknya. Lalu pada kecintaan: mengapa kita harus mencintainya, siapa saja yang pernah beribadah di sana. Dan Kepedulian: bagaimana cara membantu saudara di Palestina dengan doa dan berbagi.

Dengan pendekatan ini, anak-anak mengenal Al-Aqsa tanpa trauma atau kebencian berlebihan. Mereka belajar tentang perjuangan dengan cara yang sehat dan proporsional.

Baca Juga: STAI Al-Fatah Bogor Tutup KKN di Balaraja dengan Malam Keakraban

  1. Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Kolektif

Sejak dini, anak-anak diajarkan bahwa Al-Aqsa adalah Amanah, titipan dari Allah dan para Nabi yang harus dijaga bersama. Mereka belajar bahwa setiap muslim punya tanggung jawab, sekecil apa pun, terhadap keselamatan masjid suci ini.

Rasa tanggung jawab ini tidak hanya berlaku untuk Al-Aqsa, tetapi juga menjadi bekal bagi pembentukan karakter peduli, bertanggung jawab, dan berempati terhadap sesama.

  1. Menyiapkan Generasi Penerus Perjuangan

Sejarah membuktikan bahwa Al-Aqsa selalu memiliki penolong di setiap zaman. Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskannya pada abad ke-12. Sultan Abdul Hamid II menolak menjualnya pada abad ke-19. Dan hari ini, rakyat Palestina terus berjuang.

Siapa yang akan menjadi penolong Al-Aqsa di masa depan? Jawabannya adalah generasi yang sekarang duduk di bangku sekolah dasar. Merekalah yang kelak akan menjadi pemimpin, ilmuwan, pendakwah, dan pejuang yang akan menyelesaikan perjuangan ini.

Baca Juga: Menavigasi Era Digital: Menjaga Fitrah Anak Melalui Cahaya Wahyu

Dampak Positif Pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah bagi Anak

Beberapa dampak positif pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah bagi anak, antara lain:

  • Anak didik memiliki hubungan emosional yang kuat dengan salah satu tempat tersuci dalam Islam.
  • Anak didik memiliki wawasan sejarah, geografi, dan kemanusiaan yang lebih luas tentang dunia Islam.
  • Anak didik tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berempati, dan bertanggung jawab.
  • Anak didik merasa bangga menjadi bagian dari umat Islam yang memiliki warisan agung.
  • Anak didik terbiasa melakukan aksi kecil (doa, sedekah, belajar) yang bermanfaat bagi sesama

Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan

Agar pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah efektif di tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar, diperlukan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Beberapa metode yang telah diterapkan dalam strategi ini antara lain:

Baca Juga: Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Sasar 700 MIS dan MTsS

  1. Belajar Sambil Bernyanyi

Lagu-lagu sederhana tentang Masjid Al-Aqsa, Palestina, dan para pahlawan membantu anak-anak mengingat materi dengan mudah dan gembira.

  1. Bercerita (Storytelling)

Kisah-kisah inspiratif tentang para nabi di Palestina, Umar bin Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan anak-anak Gaza yang tetap semangat belajar menjadi media yang sangat efektif.

  1. Mewarnai dan Menggambar

Kegiatan mewarnai gambar Masjid Al-Aqsha, pohon zaitun, bendera Palestina, dan simbol-simbol perjuangan membantu anak-anak mengekspresikan kecintaan mereka.

  1. Bermain Peran

Simulasi sederhana, seperti bermain peran sebagai “Umar bin Khattab” atau “penjaga Masjid Al-Aqsa”, menumbuhkan empati dan pemahaman yang lebih dalam.

Baca Juga: Ketika Pintar dan Gelar Tak Menjamin Kebijaksanaan

  1. Proyek Kecil

Membuat celengan Al-Aqsa, poster, mading, atau kartu ucapan untuk anak Palestina memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Investasi untuk Masa Depan

Demikianlah, pembelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah sejak Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar adalah investasi jangka panjang bagi umat Islam. Ini adalah upaya mencetak generasi yang tidak pernah melupakan Al-Aqsa, yang hatinya selalu bergetar mendengar namanya, dan yang siap melanjutkan perjuangan membebaskannya.

Dengan Pelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah, kita bukan hanya mengajarkan sejarah, tetapi menanamkan cinta, membangun kepedulian, dan menyiapkan pejuang. Karena Al-Aqsa bukanlah masa lalu. Al-Aqsa adalah masa depan yang harus kita perjuangkan bersama.

Baca Juga: Peneliti UIN Ar-Raniry Ungkap Transformasi Otoritas Keagamaan di Era Digital

Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang mencintai Al-Aqsa, membelanya dengan doa dan perbuatan, dan kelak menjadi pejuang yang membebaskannya dari penjajahan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

(Penulis, Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional).

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Indonesia dan Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan, Beasiswa Hingga Riset

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia