Yerusalem, MINA – Pasukan pendudukan Israel menekan jamaah di Yerusalem yang diduduki pada Selasa (17/3) malam dan melarang mereka melaksanakan shalat Isya dan Tarawih di beberapa lingkungan, sementara penutupan Masjid Al-Aqsa berlanjut untuk hari ke-18 berturut-turut.
Sumber-sumber lokal melaporkan pasukan Israel ditempatkan secara besar-besaran di sekitar gerbang al-Amud al-Sahira dan dekat Sekolah Al-Rashidiya, di mana mereka menghalangi para jamaah untuk shalat dan memaksa mereka meninggalkan daerah tersebut. Palinfo melaporkan.
Menurut sumber yang sama, pasukan Israel juga membubarkan para jamaah saat mereka melaksanakan salat Tarawih di dekat gerbang al-Sahira, salah satu gerbang Kota Tua.
Mereka menambahkan, pasukan Israel mendorong para jamaah ke arah lingkungan Wadi al-Joz dalam upaya untuk membubarkan dan mencegah mereka shalat.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Dalam waktu yang sama, pasukan Israel menembakkan gas air mata di pintu masuk Pasar Jumat (Souq al-Jum’a), menciptakan ketegangan di daerah tersebut.
Tindakan ini dilakukan di tengah pembatasan militer yang masih berlangsung di seluruh kota, khususnya di sekitar Kota Tua, dan pencegahan berkelanjutan terhadap para jamaah untuk mengakses Masjid Al-Aqsa. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic