Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan Hardiknas 2026: Lima Kebijakan Strategis Mendikdasmen Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:50 WIB

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:50 WIB

39 Views ㅤ

Ilustrasi: Pendidikan Sekolah. (Foto: ig)

PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tiap 2 Mei menjadi momentum penting untuk merefleksikan, meneguhkan, dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang, dan bertujuan untuk “memanusiakan manusia”.

Seperti yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, pendidikan bermula dari sistem among: asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan serta pembinaan). Proses pendidikan adalah upaya menemukan dan mengembangkan fitrah serta potensi mulia manusia sebagai makhluk Tuhan.

Landasan Konstitusional dan Asta Cita

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, dan meningkatkan martabat peradaban bangsa. Proses ini juga diarahkan untuk membentuk insan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani-rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, serta berkepribadian utama lainnya.

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri

Selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Lima Kebijakan Strategis Kemendikdasmen

Agar Pembelajaran Mendalam dapat berjalan sebagaimana mestinya, Kemendikdasmen telah menetapkan lima kebijakan strategis:

  1. Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran

Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dan digitalisasi bertujuan menciptakan lingkungan fisik yang nyaman dengan sarana memadai, karena merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar.

Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri

Pada tahun 2025, program revitalisasi telah dilakukan di 16.167 satuan pendidikan, sementara program digitalisasi melalui papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan.

  1. Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru

Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru. Pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berkualifikasi Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru, dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru.

Para guru juga mengikuti berbagai pelatihan, seperti Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta Bahasa Inggris. Kesejahteraan guru ditingkatkan melalui sertifikasi dengan nominal tunjangan yang dinaikkan dan ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapatkan insentif bulanan.

  1. Penguatan Karakter dan Budaya Sekolah yang Aman

Sesuai arahan Presiden Prabowo tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekolah dibangun menjadi “rumah kedua” bagi murid. Sekolah menjadi sarana integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati.

Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia

Program penguatan karakter meliputi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) , Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka, serta berbagai kegiatan berbasis pengalaman (experiential learning) dan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). Kemendikdasmen juga meluncurkan album lagu anak yang menumbuhkan semangat toleransi, kerukunan, dan saling menghormati.

  1. Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Literasi, Numerasi, STEM, dan TKA

Kualitas pembelajaran ditingkatkan melalui gerakan literasi dan numerasi, penguatan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) . TKA berfungsi untuk mengetahui kemampuan akademik individu dan lembaga, menjadi alat evaluasi peningkatan mutu, serta sebagai aspek penilaian untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Berbagai lomba olahraga dan seni juga diselenggarakan untuk mengembangkan bakat, minat, dan jiwa kesatria.

  1. Perluasan Akses Pendidikan yang Mudah, Murah, dan Fleksibel

Pemerintah membuka kesempatan belajar bagi mereka yang terkendala faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, kondisi fisik, atau hambatan lainnya melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), komunitas belajar, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan lainnya. Kemendikdasmen juga meningkatkan layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui penguatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, serta pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat.

Fondasi 18 Bulan dan Harapan ke Depan

Baca Juga: Adab di Majelis Ilmu: Hormat Itu Keren, Bukan Feodal

Dalam kurun waktu 18 bulan, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi “pendidikan bermutu untuk semua” melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga mitra di dalam maupun luar negeri.

“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Kaji Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari di Kawasan Samudra Hindia

Rekomendasi untuk Anda