Al-Quds, MINA – Polisi pendudukan Zionis Israel mengeluarkan perintah pada Senin (19/1) melarang peneliti dan pengawas pendidikan yang berbasis di Al-Quds, Dr. Ahmad Al-Safadi memasuki Masjid Al-Aqsa selama enam bulan.
Menurut sumber lokal, perintah itu dikeluarkan tanpa alasan yang jelas dan merupakan bagian dari rencana berkelanjutan menargetkan tokoh-tokoh Palestina terkemuka di Palestina, termasuk peneliti dan aktivis. Palinfo melaporkan.
Pendudukan memberlakukan pembatasan sewenang-wenang pada akses mereka ke Al-Aqsa.
Dalam beberapa pekan terakhir, telah terjadi eskalasi sebagai bagian dari upaya untuk mengosongkan Masjid Aqsa dari jamaah dan penjaganya dalam persiapan untuk agenda pemukiman Yahudi.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Al-Safadi adalah seorang analis dan peneliti politik Palestina terkenal yang berfokus pada urusan Al-Quds dan upaya pendudukan untuk mengubah kurikulum Palestina dan menghapus identitas budaya. Dia juga bekerja sebagai pengawas pendidikan.
Secara bersamaan, Pusat Informasi Wadi Hilweh di Silwan melaporkan bahwa intelijen Zionis memanggil 35 warga Al-Quds dari berbagai usia, termasuk orang tua, pemuda, dan wanita, ke kantor polisi Qishleh di Kota Tua Al-Quds, di mana mereka diberikan perintah larangan satu pekan dari Al-Aqsa.
Pusat tersebut mencatat bahwa orang-orang itu diperintahkan untuk kembali untuk interogasi lebih lanjut setelah berakhirnya larangan mereka. Perintah tertulis mengutip “kekhawatiran nyata atas ketertiban dan keamanan publik” sebagai pembenaran.
Kampanye pengusiran yang intensif menjelang Ramadhan adalah tindakan pencegahan yang bertujuan untuk mencegah kehadiran jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsa. Mereka yang menjadi sasaran termasuk aktivis dan penjaga Al-Aqsa, serta ulama dan cendekiawan terkemuka. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic