Teheran, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Amerika Serikat dan Israel meskipun mendapat tekanan politik dan militer yang meningkat dalam konflik terbaru di Timur Tengah.
Ia menekankan bahwa rakyat Iran akan tetap bertahan menghadapi segala bentuk ancaman dari luar. Press TV melaporkan, Ahad (8/3).
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Iran itu, Pezeshkian menyatakan tuntutan agar Iran melakukan penyerahan tanpa syarat hanyalah angan-angan pihak yang ingin menundukkan negaranya. Menurutnya, sejarah Iran menunjukkan bahwa bangsa tersebut tidak pernah tunduk pada tekanan kekuatan asing.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Teheran dan menyatakan bahwa Washington tidak akan menerima kesepakatan apa pun selain penyerahan total dari Iran.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Trump juga menegaskan AS bersama sekutunya akan terus menekan Iran hingga menghentikan kebijakan yang dianggap mengancam kepentingan mereka.
Pemerintah Iran menanggapi tekanan tersebut dengan memperingatkan akan melanjutkan serangan balasan jika agresi terhadap wilayahnya terus berlanjut. Sejumlah pejabat keamanan Iran menyatakan negara itu memiliki kemampuan rudal dan drone yang mampu menjangkau berbagai pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel menghantam beberapa fasilitas strategis Iran. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke target yang dianggap terkait dengan kepentingan militer kedua negara tersebut.
Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini memasuki fase yang semakin memanas dan memicu kekhawatiran komunitas internasional. Sejumlah pengamat menilai eskalasi ini berpotensi memperluas konflik di kawasan jika tidak segera diatasi melalui jalur diplomasi dan mediasi internasional. []
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic