Teheran, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa kemampuan rudal balistik merupakan salah satu faktor utama yang menjaga Iran dari ancaman serangan besar seperti yang dialami Jalur Gaza.
Menurutnya, tanpa kekuatan pertahanan tersebut, Iran berpotensi menghadapi nasib serupa dengan wilayah Palestina yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran agresi militer Israel. Tasnim melaprokan, Rabu (24/6).
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menekankan bahwa program rudal Iran bersifat defensif dan bertujuan melindungi kedaulatan negara dari berbagai ancaman eksternal.
Ia menyebut pengalaman negara-negara di kawasan menunjukkan pentingnya kemampuan pertahanan mandiri di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul konflik antara Iran dan Israel yang dalam beberapa bulan terakhir memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah.
Teheran berulang kali menegaskan bahwa kekuatan militernya diperlukan untuk mencegah serangan terhadap wilayah dan fasilitas strategis negara itu.
Iran selama bertahun-tahun mengembangkan program rudal balistik yang menjadi salah satu pilar utama strategi pertahanannya.
Program tersebut kerap mendapat kritik dari Amerika Serikat dan sekutunya yang menilai pengembangan rudal dapat meningkatkan ketegangan kawasan. Namun, Teheran menolak tekanan internasional dan menyatakan kemampuan pertahanan tidak termasuk dalam agenda negosiasi.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pezeshkian juga menyinggung kondisi kemanusiaan di Gaza yang menurutnya menunjukkan dampak serius ketika sebuah wilayah tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menangkal serangan militer.
Ia menilai masyarakat internasional belum mampu memberikan perlindungan yang efektif terhadap warga sipil Palestina yang terdampak perang.
Para pengamat menilai pernyataan Presiden Iran mencerminkan doktrin pertahanan Teheran yang menempatkan kemampuan rudal sebagai instrumen pencegah utama terhadap ancaman eksternal.
Di tengah ketidakstabilan kawasan, isu rudal balistik diperkirakan akan tetap menjadi salah satu titik utama perdebatan dalam hubungan Iran dengan negara-negara Barat dan rival-rival regionalnya. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic