Jakarta, MINA – Pemimpin Umum Kantor Berita MINA Arief Rahman menegaskan, media memiliki tanggung jawab moral untuk berpihak pada kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah derasnya arus informasi global yang kian cepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Arief Rahman saat hadir dan memberikan sambutan dalam rangkaian puncak tasyakuran Milad ke-13 Kantor Berita MINA, yang dikemas dalam Talkshow Media dan Peluncuran Buku di Auditorium HB Jassin, Perpustakaan DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu (14/1).
Dalam forum refleksi dan literasi tersebut, Arief Rahman menekankan bahwa kegiatan Milad ke-13 MINA tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang muhasabah bagi insan pers untuk menilai kembali posisi dan peran media di tengah dinamika zaman.
“Kita hidup di era informasi yang bergerak bukan lagi per menit, tetapi per detik. Namun ironisnya, kecepatan sering kali mengalahkan ketepatan, dan popularitas kerap menutupi kebenaran,” ujar Arief Rahman.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menegaskan, MINA tidak ingin terjebak dalam arus viralitas semata. Menurutnya, media tidak boleh diam ketika kebenaran diuji, namun juga tidak boleh mengorbankan nilai keadilan demi sensasi. Karena itu, sejak awal berdiri, MINA memilih jalan untuk konsisten membela kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan, meskipun jalan tersebut tidak selalu mudah.
Dalam momentum Milad ke-13 tersebut, Arief Rahman juga menyoroti peran penting MINA dalam mengawal pemberitaan isu Palestina dan dunia Islam, yang disebutnya sebagai ruh dan identitas kantor berita tersebut. Di tengah kondisi dunia Islam yang masih memprihatinkan, media dituntut untuk menghadirkan perspektif yang adil, berimbang, dan berbasis nilai kemanusiaan.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa tantangan utama media saat ini berakar pada persoalan literasi.
“Literasi sejarah, literasi budaya, serta literasi tentang keadilan dan kebenaran adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Meski mengakui masih banyak keterbatasan, Arief Rahman optimistis MINA akan terus berkembang dengan dukungan pembaca, mitra, dan seluruh elemen masyarakat. Ia berharap momentum Milad ke-13 ini mampu melahirkan pemikiran, keberanian, serta kolaborasi nyata demi masa depan jurnalisme yang bermartabat.
Di akhir sambutannya, Arief Rahman menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan Milad MINA, seraya berharap hal tersebut menjadi pelajaran untuk terus melakukan perbaikan ke depan.
Dalam rangka puncak tasyakuran Milad ke-13, Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency) menggelar Talkshow Media dan Peluncuran Buku berjudul “Jihad Ma’rifi dalam Pembebasan Masjid Al-Aqsha & Palestina” dan “Rahasia Pengetahuan Surah At-Tiin”.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic