Rahasia Bahagia Khatam Quran, Tema Milad AQL Islamic Center ke-14 

Jakarta, MINA – Milad ke-14 ArRahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center mengangkat judul ‘Rahasia Bahagia Khatam Al-Quran yang akan digelar pada Sabtu 30 Juli atau 1 Muharram 1444 H mendatang.

“Judul tersebut bukan sekadar pemanis narasi semata, namun menjadi rahasia besar Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dalam menyambut Milad ke-14 AQL,” kata Ketua Yayasan AQL Islamic Center, Buya Iswahyudi di Kampus STIQ Ar-Rahman, Jonggol, Jawa Barat, Senin (25/7).

Program Khatam Quran pertama kali digelar pada Sya’ban 1443 H. saat itu UBN selaku pimpinan AQL Islamic Center mengajak umat Islam menyambut Ramadhan dengan memperbanyak khatam Quran.

“Ramadhan adalah bulan Al-Quran, untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan, maka kita perlu latihan tadarusan Quran di bulan Sya’ban, sebab bulan Sya’ban adalah bulan Qurra’, bulan para ahli quran yang memaksimalkan untuk khatam Quran,” kata Buya Iswahyudi.

Ia juga mengatakan, untusiasi umat Islam ternyata sangat tinggi. Bahkan program itu serentak digelar di berbagai kota di Indonesia sampai ke luar negeri. Di Turki, mahasiswa-mahasiswa Indonesia membuat Majelis Khatam Quran.

“Beberapa jamaah yang khatam qur’an dalam sebulan 9 sampai 10 kali, setiap tiga hari, bisa khatam quran,” kata Buya Iswahyudi.

Ia menuturkan, ragam testimoni pun berdatangan. Banyak jamaah yang curhat tentang keberkahan setelah konsisten mengkhatamkan Quran. Program ini dirasakan UBN dalam mengembangkan dakwah tadabbur bersama AQL Islamic Center.

“Program-program kita banyak dimudahkan. Keberkahan khatam Quran sangat dirasakan,” imbuhnya.

Buya Iswahyudi mengatakan, dimulai dari program khatam Quran UBN  menginstruksikan setiap unit AQL menjadikan khatam quran sebagai program wajib. Setiap program pun harus dimulai dengan khataman Quran, seperti gerakan sosial yang diselenggarakan AQL Peduli.

Sebelumnya AQL Peduli menyelenggarakan khitanan massal di berbagai daerah di Indonesia. Sebelum acara dimulai, semua peserta, panitia, harus mengkhatamkan Quran secara berjamaah.

Lanjut katanya, UBN memutuskan menjadikan Bahagia Khatam Quran menjadi tema besar Milad AQL ke-14, ini bukan tanpa alasan, AQL ingin menggaungkan gerakan ini sampai keberkahan Quran bisa dirasakan setiap umat.

AQL merupakan lembaga yang menjadikan tadabbur sebagai gerakan dakwah. Sebagian masyarakat kalimat tadabbur terkesan sangat berat, karena harus memiliki keluasan ilmu dan wawasan.

“Saat mengawali tadabbur memang terasa berat untuk masyarakat umum, maka kita mulai dengan yang mudah dahulu yaitu tilawah Quran sampai khatam. Keberkahan membaca Quran akan memberikan kebaikan, baik itu pribadi, masyarakat, bahkan bangsa,” kata Buya Iswahyudi.

“Keinginan untuk memahami makna setiap ayat yang dibaca serta dorongan untuk mengamalkannya harus kuatkan melalui gerakan tadabbur,” lanjut Buya Iswahyudi.

Jika gerakan program khatam Quran sudah dimulai dimasyarakat, katanya, maka akan semakin dekat dengan Quran, misal satu kali dalam sebulan khatam Al-Quran, bisa dua kali, tiga kali, atau bahkan sepuluh kali.

“Kalau dalam 40 hari, belum khatam juga, itu sudah dianggap lalai, minimal satu kali khatam satu bulan, Insya Allah keberkahan bangsa bisa dirasakan,” katanya. (R/R4/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)