Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Pelajar SMA di AS Mogok Belajar Protes Trump

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 22 Januari 2026 - 06:54 WIB

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:54 WIB

10 Views ㅤ

Ratusan Pelajar SMA di AS mogok belajar demo protes Presiden Trump (Journal of Wednesday)

Illionis, MINA – Sekitar 200 pelajar SMA di Oak Park dan River Forest High School mogok belajar, turun ke jalan melakukan demo protes memperingati satu tahun pelantikan Donald Trump sebagai presiden.

Aksi mogok sekolah tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk melakukan aksi mogok belajar secara serentak memprotes pemerintahan saat ini yang disebut Free America Walkout.

Media setempat Journal of Wednesday, Rabu (21/1) melaporkan, penggagas protes LJ Hickman, sepekan sebelum aksi mogok, mengunggah di akun Instagramnya tentang aksi tersebut.

“Saya tahu seringkali banyak siswa dan anak muda merasa suara mereka tidak penting atau tidak berpengaruh, tetapi saya ingin membuatnya dikenal dan tersebar luas, itu benar-benar hal yang sangat penting karena masa depan ada di tangan kita,” kata Hickman.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Para pelajar dikawal oleh sekitar 20 aktivis lokal, di antaranya anggota Dewan Desa Oak Park, Jenna Leving Jacobson, dan Scott Sakiyama.

Para siswa bergiliran berbicara tentang apa yang mereka protes, menyangkut isu imigran dan isu-isu lain.

“Persetan dengan Israel, persetan dengan Trump, persetan dengan Netanyahu,” kata salah seorang siswa.

Selama pawai, para siswa meneriakkan slogan-slogan seperti “Hey hey, imigran diterima di sini.”

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sebuah helikopter melayang tinggi di atas Oak Park selama pawai dan demonstrasi.

Salah seorang siswa, Grace Zoloto, mengkritik cara Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert Kennedy Jr. berbicara tentang autisme.

“Halo. Nama saya Grace, dan saya autis,” Zoloto memulai pidatonya yang diketik hampir 7 menit.

“Saya juga banyak hal lain. Saya seorang seniman, penulis, penyair, aktivis, dan kakak perempuan. Saya suka fiksi distopia, perjalanan mobil yang panjang, dan es krim adonan kue. Saya tidak suka film horor, suara keras, atau pemerintahan imperialis fasis yang mengincar hak dan kebebasan kita yang paling berharga,” ujarnya.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Setelah itu, sekitar 20 atau 30 mahasiswa berbaris di trotoar Lake Street menuju toko Target di Lake Street untuk memprotes penghapusan program Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi (DEI).

Aniyah Lattanzi salah satu peserta demo, mengatakan dia mendengar tentang aksi mogok tersebut saat makan siang dan memutuskan untuk ikut berpartisipasi.

“Saya melihat apa yang dilakukan ICE (Imigrasi) terhadap orang-orang di sini, itu mengerikan dan saya ingin menentangnya, itulah sebabnya saya keluar hari ini,” kata Lattanzi.

Setelah acara usai, Lattanzi, yang tidak tinggal untuk mendengarkan pidato para mahasiswa, mengatakan bahwa menurutnya protes tersebut berhasil.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

“Saya rasa kita telah mencapai banyak hal,” katanya.

“Kita telah menunjukkan kepada publik bahwa kita membela setiap orang yang menginjakkan kaki di tanah Amerika dan bahwa mereka berhak berada di sini dan diterima di sini. Kami melihat banyak mobil dan mereka membunyikan klakson dan mendukung kami,” imbuhnya.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Internasional