Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ribuan Pasien di Gaza Terancam Akibat Pembatasan Bantuan Medis oleh Israel

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 5 April 2026 - 23:30 WIB

Ahad, 5 April 2026 - 23:30 WIB

6 Views

Sedikitnya 18.500 pasien di Gaza membutuhkan evakuasi segera di tengah memburuknya sektor kesehatan akibta agresi dan blokade penjajah Israel. (Foto: Palinfo)

Gaza, MINA – Lembaga kemanusiaan di bidang medis, Doctors Without Borders (MSF) memperingatkan, pembatasan penjajah Israel terhadap masuknya pasokan medis ke Jalur Gaza membahayakan ribuan pasien di tengah kekurangan kritis.

“Setiap hari, kami melihat dampak pembatasan masuknya pasokan medis ke Gaza di rumah sakit dan klinik kami. Kebutuhan di Gaza sangat besar, namun bantuan yang masuk tidak cukup karena otoritas Israel memblokirnya,” kata MSF dalam keterangannya yang dikutip Palinfo, Ahad (5/4).

Di luar Gaza, ada truk-truk berisi makanan dan obat-obatan yang menunggu, namun diblokir. MSF tidak dapat memasukkan pasokan apa pun sejak 1 Januari 2026.

“Saat ini, kami berjuang dengan kekurangan kritis stok obat penyakit tidak menular (NCD). Hampir 50 persen obat kronis esensial kami sangat kritis, termasuk obat untuk diabetes, hipertensi, kondisi tiroid, asma, dan penyakit pernapasan lainnya. Ini membahayakan kemampuan kami untuk memberikan perawatan penting bagi penyakit kronis,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

MSF mengaku terpaksa berhenti menerima pasien baru untuk layanan NCD, membatasi pemberian perawatan dan pembagian obat hanya untuk kelompok pasien yang sudah ada.

Rata-rata, MSF menerima lebih dari 100 pasien yang membutuhkan bahan balutan setiap hari di departemen rawat jalan di salah satu rumah sakit lapangannya, serta hingga 30 pasien luka bakar yang dirawat setiap hari, menurut pernyataan tersebut.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Rekomendasi untuk Anda