Gaza, MINA – Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza Tengah, memperingatkan mereka mungkin terpaksa menghentikan operasi sepenuhnya setelah beberapa generator listrik rusak dan pendudukan Israel mencegah masuknya pasokan teknis dan bahan bakar.
Peringatan ini datang lebih dari tujuh bulan setelah gencatan senjata diberlakukan menyusul genosida Israel yang berlangsung lebih dari dua tahun. The New Arab melaporkan.
Raed Hussein, Direktur Rumah Sakit, pada Ahad (31/5) mengatakan fasilitas tersebut telah memasuki tahap “sangat berbahaya” setelah generator cadangan berhenti berfungsi, melumpuhkan operasi di beberapa departemen vital dan mengancam departemen lain dengan penutupan total.
Hussein mengatakan generator cadangan rumah sakit memburuk setelah beroperasi terus menerus selama lebih dari setahun dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian departemen medis penting.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Ia menambahkan, ruang operasi rumah sakit telah berhenti berfungsi sepenuhnya setelah generator keempat rusak.
Unit dialisis, inkubator neonatal, unit perawatan intensif, dan laboratorium kini berisiko berhenti beroperasi dalam beberapa jam di tengah krisis listrik yang memburuk dan suhu yang meningkat.
Hussein mengatakan tim teknik terus berupaya memperbaiki generator, tetapi ini tidak lagi efektif karena kerusakan peralatan dan kekurangan suku cadang yang dibutuhkan untuk perawatan.
Ia menegaskan bahwa Rumah Sakit Martir Al-Aqsa adalah satu-satunya rumah sakit pemerintah di provinsi Deir al-Balah dan menyediakan layanan kepada sekitar 500.000 warga Palestina, termasuk ribuan pengungsi ke daerah tersebut selama perang Israel di Gaza.
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
Ia mengatakan, kelangsungan operasi rumah sakit merupakan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Hussein menyerukan kepada organisasi internasional dan otoritas terkait segera turun tangan dengan memperkuat pasokan listrik ke rumah sakit melalui sambungan langsung dan penyediaan generator baru untuk memastikan layanan medis terus berlanjut dan nyawa pasien terlindungi.
Dalam perkembangan terkait, kantor berita Palestina Wafa mengutip sumber-sumber medis di Gaza yang mengatakan sistem perawatan kesehatan di wilayah tersebut menghadapi “kondisi bencana” karena blokade Israel yang terus berlanjut dan pembatasan masuknya obat-obatan dan perlengkapan medis.
Sumber-sumber tersebut mengatakan hal ini memperburuk penderitaan pasien dan warga Palestina yang terluka di seluruh wilayah tersebut.
Baca Juga: Israel Lakukan 26 Serbuan ke Al-Aqsa Sepanjang September
Israel terus mengepung Gaza setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai pada Oktober 2025, melanggar ketentuan kesepakatan yang menetapkan bahwa tingkat minimum pasokan bantuan harus diberikan.
Israel juga telah menewaskan 929 orang, termasuk 247 anak-anak dan 191 perempuan, dalam serangan mematikan di Gaza meskipun ada perjanjian gencatan senjata. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic