Ramallah, MINA – Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengatakan, administrasi Israel di penjara Ofer merampas hak tahanan Palestina sahur dan berbuka puasa pada waktu yang tepat selama bulan suci Ramadhan.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (21/2) malam, Komisi menjelaskan administrasi Ofer menahan informasi waktu salat subuh dan maghrib dari para tahanan, mencegah mereka untuk berpuasa dengan benar dan memperdalam penderitaan mereka. Palinfo melaporkan.
Pengacara Komisi, Khaled Mahajna, juga mengatakan kepada Radio Voice of Palestine bahwa tahanan penjara Gilboa terkejut dengan dimulainya Ramadhan, tanpa menerima pemberitahuan sebelumnya dari sipir penjara.
Mahajna menambahkan bahwa beberapa tahanan baru mengetahui dimulainya bulan suci tersebut saat hadir di pengadilan Israel.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia menuduh dinas penjara Israel berupaya menekan setiap kegembiraan keagamaan di antara tahanan Palestina, menggunakan peristiwa suci sebagai alat pelecehan psikologis yang memperparah penderitaan para tahanan dan keluarga mereka.
Ia menambahkan bahwa para tahanan Palestina memasuki bulan Ramadhan tanpa makan sahur, sementara makan iftar berubah menjadi penderitaan.
“Para tahanan telah dipaksa selama lebih dari dua tahun untuk berbuka puasa dengan porsi makanan yang sedikit, bahkan tidak mencukupi kebutuhan minimum mereka,” kata pengacara itu.
Para mantan tahanan telah menyampaikan pesan dari tahanan Ofer, mendesak para imam masjid terdekat untuk mengeraskan suara adzan agar mereka dapat mengetahui waktu salat. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic