Teheran, MINA – Pemerintah Iran secara resmi mengeluarkan peringatan keras terkait penguasaan jalur maritim strategis di Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa harga minyak dunia kini berada di bawah kendali mereka sepenuhnya.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan militer di kawasan, di mana Teheran memperingatkan bahwa setiap percikan api konflik yang dinyalakan oleh pihak lawan akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global secara masif. Press TV melaporkan, Jumat (27/3).
Otoritas tinggi Iran menyatakan bahwa posisi geografis dan kapabilitas militer mereka di Selat Hormuz merupakan instrumen pencegah yang efektif terhadap agresi asing.
Sebagai jalur pelintasan bagi hampir seperlima konsumsi minyak bumi dunia, penutupan atau gangguan di selat ini diprediksi akan memicu lonjakan harga energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dapat melumpuhkan sektor industri di berbagai negara Barat.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Ketegangan ini semakin memuncak seiring dengan peningkatan kehadiran armada tempur Amerika Serikat dan sekutunya di perairan sekitar Teluk. Teheran menilai kehadiran militer asing tersebut sebagai ancaman kedaulatan dan provokasi yang hanya akan mempercepat terjadinya konfrontasi bersenjata.
Dalam pesannya, Iran menekankan bahwa mereka tidak akan ragu untuk menggunakan hak kedaulatannya dalam menjaga keamanan wilayah perairan mereka dari gangguan eksternal.
Jika eskalasi terus berlanjut tanpa adanya deeskalasi yang berarti, kekhawatiran akan terjadinya krisis energi global tahun 2026 menjadi sangat nyata. Hal ini ditambah dengan situasi di Laut Merah yang juga masih tidak stabil, menciptakan tekanan ganda pada jalur logistik maritim dunia.
Di sisi lain, komunitas internasional terus mendesak adanya pengendalian diri dari semua pihak guna menghindari pecahnya perang terbuka yang akan merugikan kemanusiaan.
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Beberapa negara mediator tengah berupaya membuka jalur komunikasi belakang guna meredakan retorika perang ini. Namun, Teheran tetap pada pendiriannya bahwa keamanan kawasan harus dikelola oleh negara-negara regional tanpa campur tangan kekuatan luar yang memiliki kepentingan hegemonik.
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi titik nadir diplomasi internasional yang sangat krusial bagi masa depan perdamaian dunia. Keberhasilan dalam menavigasi krisis ini akan sangat bergantung pada kemauan politik global untuk menghormati kedaulatan wilayah dan mengedepankan keadilan dalam distribusi sumber daya energi tanpa tekanan militer. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic